Perang Irak, Bush Remehkan Obama dan Hillary

PRESIDEN Amerika Serikat George W. Bush sama sekali tidak melihat ada yang salah dengan okupasi yang dilakukan Amerika Serikat di Irak.


Dia memandang remeh semua kritik yang disampaikan kelompok anti-perang, termasuk Obama dan Hilary.

Tanggal 19 Maret lima tahun lalu, walau tak mendapat legitimasi dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Bush memerintahkan serangan ke Irak. Amerika Serikat didukung oleh sekutu-sekutu mereka terutama Inggris, Spanyol, dan Italia.

Menurut catatan kelompok anti-perang World Can’t Wait, perang di Irak telah menewaskan setidaknya 1,2 juta rakyat Irak, dan membuat 4 juta lainnya mengungsi. Sementara antara 4 hingga 5 ribu tentara Amerika Serikat tewas dan 100 ribu lainnya cacat.

Perang di Irak juga telah menghabiskan anggaran negara sekitar 47 juta dolar AS, dan ikut memperlemah kondisi ekonomi negara itu.

Tetapi ini semua tak penting di mata Bush. Dia malah mengatakan, memperpanjang pendudukan Amerika Serikat di Irak adalah sebuah keharusan.

Baru hari terakhir ini Wapres Dick Cheney dan calon presiden Amerika dari kubu Partai Republik John McCain mengunjungi di Irak. Seperti Bush, kedua orang itu juga mengatakan tidak ada yang salah dengan kehadiran tentara Amerika Serikat di Irak.

Menurut CNN, dalam pidato tertulis yang akan dibaca Bush dalam peringatakan lima tahun perang Irak, Rabu waktu Amerika (19/3), disebutkan bahwa jawaban atas berbagai keraguan orang akan perang itu cukup jelas.

“Menggulingkan Saddam Hussein merupakan keputusan yang tepat. Ini adalah perang yang dapat dan harus dimenangkan Amerika.”

“Tidak ada yang meragukan bahwa perang ini telah menghabiskan begitu banyak biasa. Tetapi harga itu cukup pantas dibandingkan dengan kemenangan strategis yang kita peroleh di Irak.”

“Kami berharap rakyat Irak menegakkan demokrasi di tengah jantung Timur Tengah. Irak yang bebas akan memerangi teroris.”

Dalam pidato itu, Bush juga memandang remeh kritik yang disampaikan dua kandidat presiden Amerika dari kubu Partai Demokrat, Barack Obama dan Hillary Clinton.

Dalam sebuah artikel yang dimuat di Washington Post baru-baru ini, peraih hadiah Nobel Joseph Stiglitz memperkirakan perang di Irak akan menghabiskan 3 triliun dolar AS.

Tetapi menurut Bush, angka itu terlalu mengada-ada.

Published by

TeguhTimur

Born in Medan, lives in Jakarta, loves Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s