Perdebatan Asas Pancasila Capai Kesepakatan

Kompas – Perdebatan soal asas dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Partai Politik akhirnya mencapai kata sepakat. Rumusan asas dalam UU Nomor 31 Tahun 2002 tetap dipertahankan, tapi ditambahkan satu ayat baru sehingga total menjadi tiga ayat.

Ketua Panitia Khusus RUU Partai Politik Ganjar Pranowo dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Wakil Ketua Pansus Idrus Marham dari Fraksi Partai Golkar mengemukakan hal itu, Selasa (4/12).

“Kita semua berkomitmen setia kepada Pancasila dan UUD 1945, tapi diizinkan menggunakan asas lain yang merupakan penjabaran dari Pancasila dan UUD 1945,” ujar Ganjar.

Rumusannya adalah (1) Asas Partai Politik tidak boleh bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; (2) Partai Politik dapat mencantumkan ciri tertentu yang mencerminkan kehendak dan cita-cita Partai Politik yang tidak bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Ayat baru yang ditambahkan berbunyi: (3) Asas dan ciri Partai Politik sebagaimana termaktub dalam ketentuan ayat (1) dan ayat (2) merupakan penjabaran dari Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Semula Fraksi Partai Golkar, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, dan Fraksi Partai Demokrat mengusulkan ayat (1) dipertegas menjadi: “Partai politik berasaskan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.”

Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Mohammad Al-Khatthath di tempat terpisah menegaskan, rencana beberapa partai memaksakan pemberlakuan kembali asas tunggal Pancasila sangat meresahkan Muslim di negeri ini.

Pemberlakuan asas tunggal ini mengingatkan pada trauma rakyat akan kekejaman rezim Orde Baru yang otoriter dengan menggunakan ideologi Pancasila. Itu sebabnya, “FUI menolak rencana dan keinginan pemberlakuan asas tunggal,” ujarnya. (MAM/sut)

One comment

  1. Azaz tunggal Pancasila, ngga jelas orang hidup pedomannya Pancasila sama UUD 45. Problem hidup komplek, teruskan para Ulama untuk menolak azaz tunggal.

    Agama Islam jelas untuk sekali menuntun muslim di dunia dan akhirat, Pancasila yg sekarang implementasinya cendrung implisit di banding pemikiran penemunya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s