Portugis Bangun Madrasah Aliyah dan Tsanawiyah

Pemerintah Portugis membiayai pembangunan satu puskemas dan dua unit sekolah menengah di Lamno, Aceh Jaya. Peletakan batu pertama pembangunan tiga unit fasilitas umum yang diperkirakan menelan biaya Rp 7,9 miliar itu dilakukan hari Selasa lalu (20/11).

Pembangunan satu unit puskesmas dilakukan di Desa Glee Putoh, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya. Dari sana, dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan Madrasah Aliyah di Desa Leupee, masih di kecamatan yang sama. Demikian rilis dari Badan Rekonstruksi dan Rehabilitas (BRR) Aceh dan Nias.

Acara peletakan batu pertama dihadiri Deputi BRR Bidang Pendikan, Kesehatan dan Peran Perempuan Cut Cayarani Bitai, Wakil Bupati Aceh Jaya Teungku Zamzami A. Rani, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Jaya dan tokoh masyarakat setempat. Dari pihak Portugal, diwakili oleh Direktur Recovery Aceh Nias Trust Fund (RANTF) Nazmiyah Sayuti. RANTF sendiri adalah unit bentukan BRR yang mengelola dana bantuan dari luar negeri.

Teungku Faisal, pimpinan pondok pesantren Nuha, Lamno, mengucapkan terima kasih atas bantuan puskesmas dan rumah sakit dari Portugal.

“Ini adalah wujud kesinambungan sejarah antara Lamno dan Port ugis,” ujar Teungku Faisal. Seperti diketahui, banyak keturunan Portugal atau di masa lalu disebut Portugis, hidup turun temurun di Lamno.

Wakil Bupati Aceh Jaya Teungku Zamzami A. Rani mengatakan bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat Aceh Jaya yang terkena dampak tsunami. Pria yang dikenal sebagai Abu Tausi ini berharap, momen ini dapat menjadi momentum bersejarah karena komitmen dan nilai historis masa lalu tentang kehadiran bangsa Portugis di Bumoe Meureuhom Daya.

“Bangsa Portugis pertama kali menjejakkan kaki di Lamno tepatnya di Desa Kuala Daya,” ujarnya.

Ia meminta masyarakat setempat mendukung program tersebut untuk percepatan pembangunan kembali fasilitas umum di sana.

Deputi BRR Bidang Pendikan, Kesehatan dan Peran Perempuan Cut Cayarani Bitai mengungkapkan rasa haru karena masyarakat setempat bersedia menghibahkan tanahnya untuk pembangunan ketiga fasilitas umum tersebut.

“Tanpa kerjasama semua pihak, akan sulit mewujudkan pembangunan fasilitas kesehatan dan pendidikan yang sangat bermanfaat ini,” kata Cut Cayarani.

Ia mengimbau masyarakat Lamno untuk dapat menjaga dan memelihara bangunan tersebut. Cut Cayarani berharap pemerintah Aceh Jaya dapat mengoptimalkan operasional bangunan tersebut jika sudah selesai dibangun.

Sementara itu, Duta Besar Portugal yang semula dijadwalkan hadir, batal datang. Sambutan tertulisnya dibacakan oleh Direktur Recovery Aceh Nias Trust Fund (RANTF) Nazmiyah Sayuti.

“Kami berharap proses ini dapat berjalan sebagaimana telah dijadwalkan. Salam hangat dari warga Negara Portugal untuk masyarakat Lamno. Kami turut prihatin atas bencana tsunami yang menimpa Anda,” ujar Dubes Portugal seperti dibacakan Nazmiyah.

Pemba ngunan satu unit puskesmas dan dua sekolah madrasah itu dijadwalkan akan selesai pada Juli 2008. Selain bangunan dua lantai, puskesmas tersebut juga akan dilengkapi peralatan medis dengan biaya keseluruhan mencapai Rp. 3,5 miliar. Sedangkan pembangunan madrasah aliyah diperkirakan menelan biaya Rp 3,3 miliar sementara pembangunan madrasah tsanawiyah senilai sebesar Rp 1,1 miliar.

“Ini sekaligus menyambung tali sejarah yang pernah terentang antara Lamno dan Portugis,” ulang wakil Bupati Aceh Jaya Teungku Zamzami A. Rani.

Published by

TeguhTimur

Born in Medan, lives in Jakarta, loves Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s