Lagi, Dibakar Karena Tanpa PKI

Pembakaran buku-buku sejarah yang tidak mencantumkan Partai Komunis Indonesia (PKI) di belakang peristiwa G30S kembali terjadi. Kali ini di Sleman. Tak kurang dari 8.993 buku sejarah yang mengacu kurikulum 2004 itu dimusnahkan Kejaksaan Negeri Sleman, Yogyakarta. Demikian dikutip dari Antara.

SLEMAN MUSNAHKAN 8.993 BUKU SEJARAH BERMASALAH

Yogyakarta, 6/11 (ANTARA) – Kejaksaan Negeri Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa memusnahkan sebanyak 8.993 eksemplar buku pelajaran sejarah bermasalah karena buku-buku tersebut dinilai memutarbalikkan fakta sejarah Indonesia.

Contohnya, kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Sleman, Bambang Surya Irawan, dalam cerita tentang kasus pemberontakan Madiun 1948, tidak tertulis bahwa pemberontakan itu dilakukan oleh PKI.

Contoh lain adalah pelajaran yang menceritakan tentang gerakan G 30 S/PKI, tidak mencantumkan kata PKI melainkan hanya G 30 S.

Buku-buku yang dimusnahkan antara lain Kronik Sejarah Kelas 1 SMP dengan penerbit Yudhistira, Manusia Dalam Perkembangan Zaman penerbit Ganeca Exact, Sejarah 2 untuk SMP penerbit Erlangga, Sejarah 3 untuk SMP penerbit Erlangga, Sejarah Nasional 1 SMA penerbit Bumi Aksara, Sejarah Nasional dan Umum 1 SMA penerbit Balai Pustaka, serta buku-buku sejarah lain yang mengacu pada kurikulum 2004.

Pengumpulan buku-buku itu dilakukan sejak tiga bulan lalu oleh Kejakasan Negeri Sleman bekerjasama dengan Dinas Pendidikan. Buku-buku tersebut ditarik dari sekolah dan toko buku di kabupaten Sleman.

Pemusnahan barang cetakan berupa buku teks pelajaran sejarah SMP/MTs dan SMA/MA/SMK yang mengacu pada `kurikulum 2004` dilakukan dengan cara dibakar dan dirobek kecil-kecil sehingga tidak bisa dibaca dan tidak bisa dipergunakan lagi.

Pemusnahan dilakukan sejumlah petugas antara lain dari Polres, Dinas serta Pendidikan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman.

4 Replies to “Lagi, Dibakar Karena Tanpa PKI”

  1. bagus banget untuk pengetahuan sejarah saya da klo bisa sekalian dikasih film pengkhianatan G 30 s /pki dan jakata 66

  2. pki itu paham marxisme dan atheisme dari rusia dan china kok bisa masuk indonesia ya , apa gak ada filternya untuk generasi sekarang ,fakta 2 dilapangan kok gak sama dg buku sejarah zaman orde baru , apa ini namanya pembodohan sejarah siapa yg benar mas, tolong dijelaskan

  3. The full terror of the current Indonesian counter-revolution is only slowly emerging in fragments of information, but it seems, in terms of numbers brutally murdered, as terrible a blow as the Kuomintang destruction of the Chinese Communist Party in 1926-7, and not dissimilar in its reasons. Estimates of Communists (PKI) killed vary between 10,000 (including 45 of the 50 central committee members) and 200,000; on 15 January Sukarno admitted 87,000 had been killed since the abortive coup of 1 October. This is only the surface manifestation of a terrible purge affecting the whole of Indonesia – 4,000 civil servants sacked in North Sumatra; 30,000 gaoled in West Borneo; 2,500 gaoled in East Java (and 5,700 teachers sacked), 10,573 gaoled in West Java; the PKI proscribed in West Java, Moluccas, South and South-East Sulawesi, West, Central and South Kalimantan, Jakarta, South Sumatra, Atjeh. The gaps of non-proscription indicate the areas where the PKI is still too strong to ban or where local army commanders are protecting the Party, and, in particular, the Central Java PKI

Leave a reply to russiantoro sapoetro Cancel reply