Anak Bung Karno Tolak Ampuni Soeharto

JANGAN sampai Soeharto diampuni tanpa proses pengadilan.

Tulisan berikut diambil dari Rakyat Merdeka, bulan Mei 2006.

Kecenderungan sejumlah tokoh mengajukan usul agar penguasa Orde Baru itu diampuni dan kasusnya di-SP3 menurut Rachmawati Soekarnoputri adalah wujud dari sikap sentimentil dan dramatisasi yang berlebihan.

Sebagai negara yang menyandarkan diri pada supremasi hukum, mestinya pemerintah dan tokoh-tokoh nasional lain mendorong agar pengadilan atas diri Soeharto segera digelar.

“Sebetulnya Soeharto itu mau diampuni atas kesalahan apa? Atas kesalahan korupsi? Atas pelanggaran HAM pasca Gestok (Gerakan Satu Oktober, red), atau atas apa?” tanya Rachma.

Kalau diampuni dalam kasus korupsi, maka pengadilan kasus Soeharto yang terlunta-lunta sejak 1999 lalu mestinya segera digelar. Pengampunan untuk Soeharto baru dapat diberikan setelah pengadilan menyatakan dia bersalah.

Demikian juga bila Soeharto dituduh terlibat dalam kejahatan kemanusiaan pasca Gestok. Harus ada proses hukum yang membuktikan dia bersalah, dan kemudian diampuni melalui grasi.

“Tetapi kalau belum apa-apa sudah diampuni, saya prihatin,” ujarnya kepada Situs Berita Rakyat Merdeka beberapa menit lalu (Selasa, 9/5/2006).

Rachma mencium ada nuansa ketidakadilan yang mengiringi permintaan agar Soeharto diampuni. Sebut Ketua Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS) ini, apabila negara mengampuni Soeharto, seharusnya tindakan serupa juga diberikan kepada Bung Karno yang menjadi korban dari makar buntut konflik internal Angkatan Darat di tahun 1965.

Kalau Soeharto diampuni, demikian Rachma, Tap MPRS XXXIII/1967 tentang Pencabutan Kekuasaan Pemerintahan Negara dari Presiden Soekarno harus dibatalkan pula.

TAP MPRS itu adalah vonis bersalah seumur hidup yang diberikan kepada Bung Karno sampai dia menemui ajal di tahun 1970, tanpa sekalipun diberi kesempatan membela diri, sebut Rachma lagi.

“Jadi permintaan agar persidangan Soeharto digelar sebagaimana mestinya bukan didasari atas dendam, melainkan untuk menghormati supremasi hukum, dan memberi kesempatan agar Soeharto dapat membela diri. Di sinilah arti penting penegakan hukum dan keadilan,” sebut dia sekali lagi. GUH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s