Banci, Tidak Tegas Dan Susah Dipahami

Rakyat Merdeka, 25 Maret 2007

Presiden SBY kembali dinilai tidak tegas dalam berdiplomasi di panggung internasional. Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Muhammad Najib menilai sikap Presiden SBY dalam kasus nuklir Iran yang diputuskan Dewan Keamanan PBB dalam sidang di New York, Amerika Serikat, cenderung banci.

Terhadap kasus nuklir Iran ini, SBY mengatakan dirinya telah menghubungi Presiden Iran Ahmaddinejad, dan memintanya untuk mau bekerja sama dengan International Atomic Energy Agency (IEAE) dan menerima resolusi DK PBB tentang proyek nuklir Iran.

’’Saya sampaikan pada Presiden Iran bahwa berapapun kecilnya peluang itu saya masih berharap ada satu kompromi, ada satu jalan tengah, ada satu solusi yang bisa jadi membawa kebaikan dalam penyelesaian menyeluruh,’’ kata SBY (23/3) saat menjelaskan isi pembicaraannya dengan Ahmadinejad.

Nah, menurut Najib, secara substansial pernyatan SBY perlu didukung. Dalam pernyataan itu ada kritik untuk Amerika Serikat dan sekutunya yang menekan Iran, sementara Israel dan negara lain yang punya proyek nuklir yang serupa bahkan lebih maju tidak pernah dipersoalkan.

”Namun secara dipolomatik, perasaan itu harus dikritik, karena pernyataan itu banci, tidak tegas dan susah dipahami. Meskinya pernyataan itu diungkapkan lebih eksplisit. Sehingga posisi Indonesia bisa dipahami. Hal ini juga berkaitan dengan kepentingan Indonesia mengembangkan nuklir di tahun 2015,“ kata anggota Komisi VII DPR ini.

Dia mengharapkan pemerintah Indonesia mau membela Iran yang diperlakukan tidak adil. Pembelaan untuk Iran itu memiliki arti penting agar di masa depan bila Indonesia diperlakukan tidak adil, negara-negara lain juga mau membela.

Pada bagian lain Najib mengatakan bahwa saat ini adalah momentum yang tepat bagi Indonesia untuk memperlihatkan pengaruh di panggung internasional. Posisi Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB harusnya dioptimalkan untuk membela negara dunia ketiga dan negara berkembang yang selama ini diperlakukan semena-mena, dan melawan sikap double standard negara-negara Barat yang selalu memperlakukan negara berkembang seperti orang bodoh. GUH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s