Bukankah Dalam Keluarga Juga Ada Kecewa, SBY-JK Hanya Beda Gaya

Rakyat Merdeka, 7 Maret 2007

Tidak ada perbedaan substansial antara Presiden SBY dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sejauh ini yang ada hanyalah perbedaan gaya antara mereka berdua: SBY kerap bersikap hati-hati, sementara sebaliknya Kalla lebih sering mengambil keputusan secara cepat.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua MPR Aksa Mahmud ketika berkunjung ke ruang redaksi Rakyat Merdeka, kemarin petang. Menurut anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Sulawesi Selatan ini, bagaimanapun juga sampai hari ini duet SBY dan Kalla adalah yang terbaik di negeri ini.

“Ini (perbedaan SBY dan Kalla) hanya soal gaya saja. Kepemimpinan saat ini (SBY dan Kalla) sesungguhnya yang paling ideal. Namun tentu karakternya berbeda, mengingat latar belakang yang berbeda. Pak SBY cenderung lamban dan hati-hati. Sementara Pak Kalla dinilai cepat dalam mengambil keputusan,” kata Aksa.

Relasi antara SBY dan Kalla kembali jadi bahan pembicaraan usai forum Silaturahmi Nasional Anggota Legislatif Partai Demokrat se-Indonesia di Jakarta pekan lalu. Kalla yang juga Ketua Umum Partai Golkar, skondan Partai Demokrat dalam koalisi pendukung pemerintah, diberi kesempatan menyampaikan sambutan dalam forum itu.

Dalam sambutannya, Kalla sempat mengeluarkan pernyataan yang oleh sementara kalangan dinilai sebagai otokritik, namun oleh kalangan lain dinilai sebagai ”serangan halus” terhadap gaya kepemimpinan SBY yang lamban dan ekstra hati-hati.

Kata Kalla antara lain, dirinya pernah berpesan kepada SBY agar apabila SBY berniat kembali maju dalam Pilpres 2009, dia tidak lagi mengatakan “saya akan”. Sebagai orang yang ketika itu telah berkuasa selama lima tahun, demikian Kalla, seharusnya SBY berkata, “saya telah”.

Menurut Aksa Mahmud, sebagai seseorang yang memiliki latar belakang sebagai tentara, tentulah SBY begitu memperhatikan keharmonisan sistem dan aturan yang ada. “Militer kan karakternya dekat dengan birokrasi. Mereka ini melihat sistem, baru setelah itu memutuskan,” ujarnya.

Di sisi lain, sebagai seorang pengusaha, Kalla percaya bahwa keputusan harus diambil secara cepat dan akurat, serta berorientasi pada hasil. “Bagi pengusaha yang penting tujuan tercapai. Sesuatu itu kalau memang bisa, ya hari ini diputuskan. Tidak perlu ditunda-tunda lagi. Kalau bisa sekarang dengan kualitas (keputusan) yang sama, mengapa harus menunggu. Kita harus bertindak cepat,” katanya.

Aksa lantas mencontohkan keputusan pemerintah mengimpor beras. Dari sudut pandang ekonomi, apabila beras langka, maka harganya akan melonjak tinggi. Untuk menstabilkan harga beras pada tingkat yang wajar, satu-satunya jalan adalah dengan meningkatkan pasokan. Dan itu untuk saat ini hanya bisa dilakukan dengan mengimpor dari negara lain.

“(Ketika kita sudah tahu beras langka) tidak bisa kita survei dulu. Pakai saja hukum pasar. Coba kalau tidak impor, harga beras bisa mencapai Rp 10 ribu per kilogram. Ini berbahaya, karena faktanya, di dunia ini persoalan ketersediaan bahan pokok adalah isu sensitif yang bisa membuat situasi politik bergejolak. Banyak pemimpin dunia jatuh karena ini,” terangnya.

Bagaimana dengan kekecewaan di antara SBY dan Kalla?

Menurut Aksa, kalau pun ada kekecewaan, hal itu adalah bagian dari dinamika sebuah hubungan. “Bukankah dalam sebuah keluarga juga ada kekecewaan. Padahal sudah ada kontrak sebelum pernikahan. Itu kan hanya bagian dari proses. Selama tidak menimbulkan perceraian kan nggak apa-apa,” contohnya.

Namun demikian, terlepas dari perbedaan gaya kepemimpinan SBY dan Kalla, Aksa menandaskan, bangsa ini masih punya harapan di masa depan. “Perlu ketegasan dan kejelasan sehingga masalah yang menghambat bisa diselesaikan. Tapi sampai kapan berakhirnya harapan ini tergantung Pak SBY dan Pak Kalla,” katanya lagi. GUH

Published by

TeguhTimur

Born in Medan, lives in Jakarta, loves Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s