SBY Tak Niat Menjegal Pak Gubernur

Benarkah di tengah banjir hebat yang kembali me­landa Jakarta. Presiden SBY dan Gubernur DKI Jakarta ma­lah bersaing menuju 2009?

Heru Lelono, Staf Khusus Pre­siden bidang Otonomi Daerah, membantah spekulasi itu. “Saya ke­cewa pada pihak-pihak yang me­ngatakan bahwa ada per­saing­an antara Presiden SBY deng­an Gubernur Sutiyoso. Agar di­ketahui publik, bahwa Pre­si­den sama sekali tidak pernah me­mikirkan (Pilpres) 2009. Beliau selalu marah bila ditanya tentang (Pilpres) 2009. Kepada saya Pre­si­den berkata, bahwa mandatnya ha­nya sampai tahun 2009. Se­telah itu, terserah pada rakyat,” kata Heru kepada Rakyat Mer­de­ka, kemarin.

Dia juga tidak habis pikir deng­an rumor yang mengatakan bah­wa kunjungan SBY ke lokasi ban­jir adalah upaya untuk men­je­gal langkah Sutiyoso dalam Pilpres 2009. Sebagai presiden, SBY tentu memiliki kewajiban untuk mengunjungi rakyat yang ter­kena musibah di daerah ma­na­pun, tanpa harus ”lapor” dan ”koor­dinasi” pada sang kepala daerah.

“Pernyataan ini (SBY menjegal Su­tiyoso) konyol,” ujar He­ru. ”Sia­pa­pun yang jadi pre­si­den, dia adalah pemimpin se­lu­ruh rakyat. Dia bisa kapan saja ber­temu dengan rakyat. Di era de­mo­krasi seperti sekarang, presi­den boleh langsung ber­dia­log dengan rakyat.“

Di zaman dulu, kata Heru, bila pre­siden ingin mendatangi rak­yat di sebuah daerah, pemerintah dae­rah biasanya menyiapkan ter­lebih dahulu siapa yang harus bicara dengan presiden, dan apa yang harus ditanyakan.

“Keadaan seperti ini yang mau di­hindarkan Presiden. Makanya be­liau datang langsung untuk me­lihat keadaan sebenarnya yang dialami rakyat,“ masih kata Heru sambil menegaskan sekali lagi bahwa kunjungan SBY ke lokasi banjir sama sekali tak ada hubungannya dengan Sutiyoso yang disebut-sebut bisa jadi kuda hitam dalam Pilpres 2009.

Selain tentang relasi SBY dan Su­tiyoso di tengah bencana ban­jir, Heru juga mengatakan bahwa SBY telah meminta sejumlah men­teri Kabinet Indonesia Ber­sa­tu (KIB) membantu Pemda Ja­karta mengatasi banjir, terutama un­tuk menghindari masalah so­sial yang mungkin terjadi pasca ban­jir. Menteri yang mendapat pe­rintah langsung SBY, sebut Heru, antara lain adalah Menteri So­sial Bachtiar Chamsyah, Men­teri Perdagangan Mari Elka Pa­nges­tu, Panglima TNI Marsekal Djo­ko Suyanto, dan Kapolri Jen­deral Sutanto.

“Presiden menghitung yang ha­rus dihindari adalah dampak dari masalah-masalah yang terjadi selama banjir. Sudah empat hari air tidak surut, tenaga sudah ha­bis, belum lagi penyakit ataupun rasa lapar. Jangan sampai timbul masalah sosial. Dengan bantuan yang terdistribusi secara baik, Presiden yakin masalah sosial tidak timbul,” ujar Heru.

Satu hal penting yang men­da­pat perhatian khusus SBY adalah dis­tribusi besar. TNI dan Polri yang memiliki kendaraan khusus dan perahu karet harus mem­ban­tu mengeluarkan beras dari gu­dang-gudang yang ada, sehingga beras tidak langka di pasar. GUH

Leave a comment