Awas, Presiden SBY Digunting Dalam Lipatan

Rugi Besar Kalau Sebatas Blow Up

DPR masih kha­watir Presiden SBY akan dig­un­ting dalam lipatan. Ke­kha­wa­tiran ini berkaitan dengan ke­ingi­nan kuat SBY membubarkan Consultative Group on Indonesia (CGI).

Anggota Fraksi Partai Amanat Na­sional (PAN) Drajad H Wi­bo­wo mempertanyakan langkah kon­kret yang diambil menteri-menteri bidang ekonomi setelah SBY menyampaikan pem­bu­ba­ran itu secara lisan usai bertemu Ma­naging Director International Monetary Fund (IMF) Rodrigo de Rato di Istana Kepresidenan pekan lalu (24/1).

Pembubaran CGI, kata Drajad, da­pat dilakukan dengan dua jalur. Pertama, dimulai dengan pem­bahasan di tingkat eselon satu, lalu menteri, dan akhirnya di­utuskan presiden dalam sidang kab­inet. Dan kedua adalah se­perti yang telah dilakukan SBY, yaitu me­nyampaikan inisiatif pem­bubaran di hadapan publik, dan untuk selanjutnya dijalankan menteri-menteri teknis.

”Tetapi yang saya dengar men­teri kebingungan dan terkaget-ka­get atas pernyataan presiden yang tiba-tiba itu. Menteri-men­teri ekonomi kelihatannya tidak siap,” kata Drajad kepada Rakyat Mer­deka, kemarin sambil me­nam­bahkan bahwa yang terlihat pa­ling tidak siap adalah Menko Perekonomian Boediono, Men­te­ri Keuangan Sri Mulyani dan Me­n­teri Perencanaan Pem­ba­ngunan Nasional/Kepala Bap­pe­nas Paskah Suzetta .

Drajad menilai, SBY sungguh-sung­guh ingin mengambil ken­dali perekonmian, termasuk dalam hal membangun keman­di­rian ekonomi. Secara politis, pem­bubaran CGI bagus. “Tetapi dia tahu kalau dia bicarakan hal itu terlebih dahulu di kabinet bisa mentah lagi.”

Sebaiknya, saran dia, setelah meyampaikan pembubaran CGI secara lisan, SBY perlu men­ja­dikan itu sebagai sebuah “ke­pu­tusan pemerintah” yang di­per­te­gas lagi dalam sidang kabinet.

Dengan demikian, para menteri dapat memahami semangat SBY di balik keputusan yang terkesan mendadak itu, dan selanjutnya merombak budaya birokrasi di ma­sing-masing kementerian yang selama ini dimanjakan oleh utang.

“Departemen harus melakukan perubahaan substansial dalam hal pendanaan program pem­ba­ngunan. Ini yang saya sebut deng­an reformasi belanja Ne­gara,” ujar Drajad lagi.

Adapun anggota Komisi XI dari PDI Perjuangan Ramson S me­nilai bahwa keinginan SBY itu hanya mengubah alur da­tang­nya utang.

“Pembubaran CGI ini bukan ter­obosan yang signifikan untuk kemandirian ekonomi.

Karena dalam struktur APBN 2007 utang luar negeri tetap 40,5 triliun dan utang dalam negeri sekitar 40 triliun dalam bentuk obli­gasi yang bisa jadi dibeli oleh pihak luar yang masuk ke dalam porto folio di Jakarta,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, mestinya SBY segera memerintahkan men­teri-menterinya untuk me­nin­daklanjuti tekad mem­bu­bar­kan CGI. ”SBY akan rugi besar ka­lau setelah mem-blow up te­kad­nya itu, tetapi tak tampak rea­lisasi apapun,” demikian Ram­son. GUH

Leave a comment