Al Farouq, Teka-teki dari Bagram

omar al farouqDUGAAN bahwa Omar Al Farouq adalah spion yang dibesarkan pihak Barat untuk menyudutkan umat Islam semakin menguat.

Tamsil Linrung yang pernah ditangkap di Filipina dengan tuduhan sebagai anggota jaringan teroris pun meragukan cerita Al Farouq kabur dari penjara superketat Bagram di Afghanistan.

Katanya, kalau bukan spion yang dibesarkan Amerika Serikat, tentulah Al Farouq memiliki kehebatan yang hanya setara dengan Suud Rusli yang kabur dari rumah tahanan militer (RTM) Cimanggis pada Minggu lalu (6/11).

Tamsil yang kini adalah anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Maret 2002 ditangkap di Manila, Filipina bersama dua temannya, Abdul Jamal Balfas dan Agus Dwikarna. Mereka dituduh membawa bahan pembuat bom di salah satu  suitcase  yang mereka bawa. Tak lama setelah ditangkap, Tamsil dan Jamal dibebaskan. Sementara Agus Dwikarna hingga kini masih mendekam di penjara Filipina.

Nama Agus Dwikarna juga dikaitkan dengan Al Farouq yang sejak Juli lalu kabur dari penjara Bagram.

Adalah  CNN  edisi Juli 2002, yang mengutip penjelasan seorang pejabat dinas intelijen Filipina tentang keterkaitan antara Al Farouq dengan Al Qaeda dan Agus Dwikarna. Kata si pejabat dinas intelijen yang tak disebutkan namanya itu, di tahun 2000 Osama bin Laden berencana memindahkan markas Al Qaeda ke Asia Tenggara. Dan, lokasi yang dipilih adalah Aceh. Untuk itu, Osama mengutus dua orang pembantu utamanya, Ayman Al Zawahiri dan Mohhamed Atef, mengunjungi provinsi yang terletak di ujung utara Pulau Sumatera itu.

Dalam kunjungan yang dilakukan bulan Juni 2001 atau tiga bulan sebelum peristiwa 9/11 di New York, Al Zawahiri dan Atef diterima oleh Omar Al Farouq dan Agus Dwikarna.

Selain  CNN,  Time  edisi September 2002 juga memberitakan kisah itu. Berbeda dengan  CNN,  Time  mengutip sumber dari Central Intelligent Agency (CIA) yang mengaku mendapat pengakuan langsung dari Al Farouq setelah si pria berdarah Kuwait itu diserahkan pihak intelijen Indonesia.

omar al farouq

Tamsil Linrung, yang dihubungi Selasa (8/11) meragukan kebenaran cerita tentang hubungan Al Farouq, Agus Dwikarna dan Al Qaeda. “Menurut pengakuan Agus, dia sama sekali belum pernah ke Aceh hingga hari ini,” kata Tamsil.

Keraguan Tamsil atas kabar kaburnya Al Farouq didasarkan pada fakta bahwa Bagram adalah penjara dengan tingkat penjagaan superketat. Belum lagi, istri Al Farouq, Mira Agustina, sempat tak mengenali gambar wajah suaminya yang diperlihatkan pihak intelijen Indonesia, karena begitu lemah dan kurus saat berada dalam tahanan.

“Jadi bagaimana mungkin seseorang dengan kondisi tubuh yang amat lemah dapat melarikan diri dari penjara yang dijaga amat ketat,” katanya lagi.

Tamsil juga meminta agar pemerintah Indonesia proaktif dengan kasus ini. Karena bagaimanapun, pihak intelijen Indonesia lah yang pertama kali menangkap Al Farouq dan menyerahkannya kepada pihak AS, sebelum Al Farouq dibawa ke Guantanamo di Kuba. Dia berpesan, agar pemerintah Indonesia tidak dijadikan bulan-bulanan kasus ini.

Saat ditanya apakah dirinya pernah bertemu dengan Al Farouq, Tamsil menjawab tidak. Namun dia mengaku pernah mendengar nama Al Farouq saat dirinya masih aktif di Komite Penanggulangan Krisis (Kompak), sebuah lembaga yang memberikan bantuan pada korban konflik horizontal di Maluku dan Poso, medio 1999-2000.

“Dia orang di lapangan. Saya mendengar dia termasuk orang yang ikut membantu mendistribusikan bantuan Kompak di Maluku,” ujarnya.

Nah, masih menurut Tamsil, kalau Al Farouq memang spion yang dibesarkan Barat, maka saat ini tentu dia berada di bawah perlindungan Amerika Serikat.

“Tapi kalau itu tidak benar, berarti dia memang hebat. Sama seperti Suud Rusli (pembunuh bos PT Asaba, Budhyarto Angsono) yang bisa kabur dari rumah tahanan militer,” sambungnya.

Terakhir, Tamsil juga bercerita tentang kabar terakhir Agus Dwikarna. Kata dia, rencana ekstradisi Agus kini terhambat. Sebabnya, pejabat dinas intelijen Filipina yang memberikan jaminan akan membebaskan Agus kini justru tengah menghadapi masalah hukum yang amat serius.

“Dia (pejabat dinas intelijen Filipina, red) kini sedang dalam tahanan Kongres karena terlibat kasus korupsi,” sebutnya. Duh. GUH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s