Misteri Kahar Muzakkar

USAI Shalat shubuh, 1 April lalu, Susana Corry Van Stenus meninggal dunia di Parung Bingung, Cinere-Depok, Jawa Barat. Wanita blasteran Belanda-Klaten ini adalah istri kedua Kahar Muzakkar. Mereka menikah di tahun 1947.

Setelah menikah Susana masuk Islam, dan sejak saat itu, Susana yang biasa dipanggil Mami, juga oleh anak buah Kahar, ikut kemanapun Kahar melangkahkan kaki.

Di tengah hutan, bersama suaminya yang memimpin Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), Susana ikut memanggul senjata. Dia menjadi pemimpin Gerakan Wanita Islam (Gerwais), salah satu sayap gerakan PRRI/Permesta.

Redaksi Situs Berita Rakyat Merdeka menerima kabar kematian Susana langsung dari Syamsuri Abdul Madjid alias Syekh Imam Muhammad Al Mahdi Abdullah. Syamsuri sendiri dikabarkan meninggal dunia hari Sabtu pekan lalu (5/8). Selama ini dia diduga banyak kalangan sebagai Kahar Muzakkar. Kok bisa?

Ikuti edisi lengkap kisah misteri Kahar Muzakkar ini:

Sakit Gula, “Kahar Muzakkar” Meninggal Dunia
Misteri Kahar Muzakkar
14 Bulan di Belantara, Ili Sadeli Menembak Kahar Tiga Kali
“Dia Bukan Kahar Muzakkar, Dia Orang Banjar”

Dan tulisan pembuka:
Sepenggal Kahar Muzakkar di Parung Bingung

Ketika menyampaikan kabar kematian Corry, Syamsuri yang biasa disapa dengan sebutan Abah oleh para pengikutnya berbicara dengan nada terbata-bata. “Mami Corry meninggal dunia. Innalillahi wainailaihi rajiun,” katanya menahan tangis. Dia lalu menyerahkan hand phone kepada salah seorang ajudannya, yang kemudian menjelaskan lokasi kediaman almarhumah Corry.

Di rumah duka, Syamsuri tampak sibuk mengatur segala persiapan pemakaman jenazah Corry. Hari itu dia mengenakan kaos hitam dan celana loreng, serta baret hitam. Rambutnya dicat warna merah. Begitu juga dengan janggutnya. Walau berduka, senyumnya tetap mengembang. Namun sesekali, tampak juga sinar matanya menyiratkan kesedihan.

Sesekali dia bercerita tentang perjalanan hidup Corry saat mendampingi Kahar Muzakkar di hutan belantara Sulawesi. Sesekali Syamsuri juga bercerita tentang sakit gula yang dideritanya. Kalau sudah begitu, dia membuka gulungan celana lorengnya untuk memperlihatkan bekas luka yang telah berwarna hitam akibat kadar gulanya yang tinggi.

Syamsuri pun menjadi imam dalam shalat jenazah untuk Corry. Dan dia ikut jalan kaki mengiringi jenazah Corry menuju TPU Parung Bingung. Dalam wasiat sebelum meninggal, Corry memang menyampaikan permintaan agar setelah wafat jenazahnya digotong menuju kuburan. Di tengah jalan, nafas Syamsuri tersengal-sengal. Tak lama, sebuah mobil berhenti di sebelahnya, dan Syamsuri melanjutkan perjalanan dengan menumpang mobil itu.

Di lokasi pemakaman, Syamsuri ikut memasukkan jenazah Corry ke liang lahat bersama Hasan dan Abdullah, dua dari empat anak hasil perkawinan Corry dengan Kahar Muzakkar. Aziz Kahar Muzakar, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sulawesi Selatan, anak Kahar Muzakkar dari isteri yang lain juga hadir dalam pemakaman itu.

Setelah pemakaman usai, sebelum meninggalkan TPU Parung Bingung, Syamsuri berbicara serius dengan anak-anak Kahar Muzakkar. Setelah itu dia naik Panther warna biru bersama lima orang pengawal yang juga mengenakan pakaian seperti dia: kaos hitam, celana loreng dan baret hitam. Tak lupa, rambut dan jenggot dicat merah.

Published by

TeguhTimur

Born in Medan, lives in Jakarta, loves Indonesia.

6 thoughts on “Misteri Kahar Muzakkar”

  1. tidak penting apakah dia kahar muzakkar atau bukan yang jelas keduanya ingin menegakkan Hukum Allah di muka bumi ditengah morat maritnya umat manusia (Zaman Jahiliah” akhir zaman”)

  2. Beliau adalah pahlawan menegakkan keadilan dan memperjuangkan umatnya, semoga setiap langkah beliau diridhoi allah swt…aminn..

Leave a Reply to murni saleh Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s