Dirjen Amerop: Kerjasama dengan Eropa Timur Menguntungkan Indonesia

Saat ini barangkali kawasan Eropa Timur kerap disebut sebagai pasar non-tradisional bagi Indonesia. Tetapi di era 1960an kawasan itu adalah pasar tradisional Indonesia. Hal itu ditandai dengan kuatnya hubungan politik juga bisnis antara Indonesia dengan Eropa Timur di masa itu sampai terjadi perubahan besar dalam konteks politik di arena internasional yang memaksa Indonesia menjauh dari Eropa Timur.

Merujuk pada fakta sejarah itu, Direktur Jenderal Amerika-Eropa Dian Triansyah Djani merasa lebih tepat apabila istilah yang digunakan untuk kawasan Eropa Timur adalah pasar yang saat ini belum tergarap dengan baik. Dan fakta sejarah itu juga memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki pengalaman menjalin hubungan dengan Eropa Timur. Continue reading “Dirjen Amerop: Kerjasama dengan Eropa Timur Menguntungkan Indonesia”

Inilah Maksud Gosip tentang Wanita-wanita Sukarno

Bung Karno ngobrol dengan (dari kiri ke kanan) Marilyn Monroe, Elizabeth Taylor, dan Jackie Kennedy, dalam kunjungan ke Amerika Serikat tahun 1962.

Ada dua hal yang dicintai Svet Zacharov dari Indonesia. Keduanya adalah Sukarno dan Pancasila.

Pria berusia 75 tahun ini adalah jurnalis senior yang menjadi kontributor untuk sejumlah media massa di Indonesia. Ia menjadi penterjemah Perdana Menteri Rusia Nikita Khrushchev yang mengunjungi Presiden Sukarno di Jakarta tahun 1960.

Continue reading “Inilah Maksud Gosip tentang Wanita-wanita Sukarno”

Mengapa Banyak Bangkai Pesawat di Bandara Kazan

IMG_2382

Republik Tatarstan berbenah tengah untuk menjadi salah satu tujuan wisata utama di Federasi Rusia. Sejauh ini negeri yang dipimpin Presiden Rustam Minnikhanov yang berkuasa sejak Agustus 2010 itu tampaknya berhasil menarik turis domestik dari negeri-negeri atau subjek federal Federasi Rusia lainnya, juga dari beberapa negara di Eropa dan Timur Tengah.

Tatarstan juga berhasil menarik perhatian investasi asing, termasuk dari negara-negara Asia seperti Malaysia, Singapura dan Korea Selatan.

Continue reading “Mengapa Banyak Bangkai Pesawat di Bandara Kazan”

Resep Anti-Korupsi di Tatarstan Sangat Sederhana

John Emerich Edward Dalberg-Acton (1834-1902) dari Inggris yang lebih dikenal sebagai Lord Acton punya adagium yang sampai kini masih berlaku: power tends to corrupt and absolute power corrupt absoultely.

Oleh sementara kalangan di Indonesia, merujuk pada jumlah kasus korupsi yang terbongkar bertambah dari hari ke hari dan kenyataan bahwa kasus-kasus itu melibatkan tokoh-tokoh yang sebelumnya dianggap prominent, adagium Lord Acton itu pun dimutakhirkan menjadi: power tends to corrupt and stupid power corrupt stupidly. Continue reading “Resep Anti-Korupsi di Tatarstan Sangat Sederhana”

Sergey Ivanov Berharap Lebih Banyak Turis Indonesia Kunjungi Tatarstan

IMG_2505

IMG_2496

IMG_2500

IMG_2502 Continue reading “Sergey Ivanov Berharap Lebih Banyak Turis Indonesia Kunjungi Tatarstan”

Bolgar, Kota Islam Pertama di Rusia

IMG_2573

Islam diadopsi sebagai agama resmi di negeri yang kini dikenal sebagai Republik Tatarstan pada 922. Di tahun itu pemimpin Bolgar-Volga Aydai Khan menerima delegasi Abasiyah yang dipimpin Ibnu Fadlan.

Khalifah Al Muqtadir yang berkuasa di Baghdad bersedia membantu mengislamkan orang Tatar dengan mengirimkan guru-guru agama ke Bolghar. Baghdad juga membantu pembangunan sejumlah masjid di Bolghar pada masa itu.

Continue reading “Bolgar, Kota Islam Pertama di Rusia”

Inilah Musa Jalil, Pejuang Muslim Komunis dari Tatarstan

IMG_2417

IMG_2420

IMG_2421

Sudah menjadi tradisi di masyarakat Rusia merayakan Victory in Europe Day atau Hari Kemenangan di Eropa setiap tanggal 9 Mei dengan memberikan bunga kepada para veteran Perang Dunia Kedua yang masih hidup atau meletakkannya di bawah patung-patung para pahlawan dan monumen-monumen yang dibangun untuk mengenang kepahlawanan para pejuang Rusia (d/h Uni Soviet), baik dari kalangan militer maupun sipil.

Tidak terkecuali di tahun ini. Patung Musa Mustafa Jalil di dekat Kremlin Kazan di pusat kota dipenuhi oleh bunga. Continue reading “Inilah Musa Jalil, Pejuang Muslim Komunis dari Tatarstan”

1975 Moroccan Green March (12 pictures)

These picture were taken from the alley of the Parador Hotel of Laayoune in Maroccan Sahara Region, June 2010. The original pictures were shot by the Moroccan photographer.

DSC01027

DSC01026

DSC01025 Continue reading “1975 Moroccan Green March (12 pictures)”

Dubes Korut: Kami Tidak Ingin Perang (15 Pics)

Republik Demokratik Rakyat Korea atau yang dikenal dengan Korea Utara sama sekali tidak menginginkan perang pecah di Semenanjung Korea. Apalagi melibatkan persenjataan berhulu ledak nuklir.

IMG_1100

IMG_1102 Continue reading “Dubes Korut: Kami Tidak Ingin Perang (15 Pics)”

2008 Indonesian Cultural Night with Mr. Kusmayanto Kadiman

2008_0329chinatown_menristek0074

2008_0329chinatown_menristek0058

2008_0329chinatown_menristek0059 Continue reading “2008 Indonesian Cultural Night with Mr. Kusmayanto Kadiman”

Presiden Sahabat Maroko: Perempuan Perdesaan Tulang Punggung Pembangunan

Screen Shot 2013-03-09 at 12.50.45 AM

Kaum perempuan di kawasan perdesaan di banyak negara, termasuk di Indonesia dan Maroko, adalah tulang punggung pembangunan ekonomi khususnya sektor ril. Dengan demikian sudah sepantasnya perhatian terhadap kaum perempuan di kawasan perdesaan lebih ditingkatkan lagi. Continue reading “Presiden Sahabat Maroko: Perempuan Perdesaan Tulang Punggung Pembangunan”

Kim Jong-un’s 2013 New Year Address

January 1, Juche 102 (2013)

Dear comrades,
Officers and men of the heroic People’s Army and all the beloved fellow countrymen,

Dear compatriots,
Having seen out the year 2012 characterized by the events that will go down in the history of the nation, we are seeing in the new year 2013 full of high hope and confidence in final victory. Continue reading “Kim Jong-un’s 2013 New Year Address”

Persahabatan Indonesia dan Maroko Semakin Erat

Hubungan Republik Indonesia dan Kerajaan Maroko dalam dua tahun terakhir semakin dekat. Jarak yang memisahkan kedua negara terbukti bukan hambatan yang berarti.

“Volume dagang kedua negara memang masih kecil. Namun memperlihatkan kenaikan yang cukup signifikan. Tahun lalu hanya sebesar 100 juta dolar AS. Sementara tahun ini, untuk paruh pertama saja, sudah 100 dolar AS,” ujar Duta Besar Kerajaan Maroko, Muhammad Majdi, dalam jamuan makan malam di kediaman Duta Besar di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu malam (15/11).

Continue reading “Persahabatan Indonesia dan Maroko Semakin Erat”

Teguh: Kerjasama Indonesia-Maroko Tidak Terhambat Jarak

Indonesia dan dan Kerajaan Maroko dipisahkan jarak yang terbentang sepanjang tak kurang dari 12 ribu kilometer. Indonesia terletak di tengah persilangan Samudera India dan Samudera Pasifik. Sementara Maroko berada pada pertemuan Samudera Atlantik dan Laut Mediterania.

Namun demikian, bukan berarti jarak yang jauh ini menjadi penghambat hubungan kedua negara.

Continue reading “Teguh: Kerjasama Indonesia-Maroko Tidak Terhambat Jarak”

Mengapa Jepang Menabur Sengketa di Halaman Tetangga

east-asia-china-japan-japanese-occupied-korea-formosa-taiwan-1924-FCW5E5

JEPANG sedang menjadi masalah bagi dua negara tetangganya yang kini juga memiliki kemampuan ekonomi yang terbilang besar di dunia, Republik Rakyat China dan Republik Korea.

Akhir September lalu, saat berbicara di Sidang Umum PBB, Menteri Luar Negeri China Yang Jiechi mengecam keras pemerintah Jepang karena membeli tiga dari lima pulau kecil di Kepulauan Diaoyu atau Kepulauan Senkaku di Laut China Timur. Tindakan Jepang dinilai tidak pada tempatnya karena sejak 1970an klaim atas kepulauan tersebut masih diperebutkan kedua negara.

Continue reading “Mengapa Jepang Menabur Sengketa di Halaman Tetangga”

Spotlight on Western Sahara in Fourth Committee, October 5, 2011

Sixty-sixth General Assembly
Fourth Committee
4th Meeting (PM)
5 October 2011
Taken from http://www.un.org/News/Press/docs/2011/gaspd480.doc.htm

DESPITE the dire need for humanitarian assistance in the Tindouf refugee camps in Algeria, much of that aid was misappropriated and wound up in the markets of Algiers and Timbuktu, one of 33 petitioners on the question of Western Sahara told the Fourth Committee today as it continued its debate on decolonization. Continue reading “Spotlight on Western Sahara in Fourth Committee, October 5, 2011”