Melania Bikin Pusing, Perundingan AS-Iran Gagal

Wawancara RRI dengan Direktur Geopolitik GREAT Institute membahas kegagalan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang. Teguh Santosa memberikan analisis mendalam mengenai implikasi dari kebuntuan ini serta dinamika politik yang mendasarinya. Poin Utama Analisis:

Isu Nuklir dan Strategi Iran: Iran menegaskan bahwa pengembangan nuklir mereka ditujukan untuk kepentingan damai (medis dan energi), namun mereka juga mengadopsi kapasitas nuklir sebagai bentuk deterrence (faktor pencegah) agar tidak terus-menerus diserang (1:362:54, 4:505:18).

Masalah Selat Hormuz: Iran membantah telah menutup Selat Hormuz. Menurut pandangan mereka, tindakan yang diambil hanyalah memperketat protokol keamanan sebagai bentuk retaliasi yang dijamin oleh Piagam PBB (5:206:29).

Dinamika Politik Donald Trump: Kegagalan perundingan ini dikaitkan dengan keinginan Donald Trump untuk keluar dari situasi perang yang dinilai terlalu mahal secara politik dan militer. Selain itu, Trump saat ini sedang menghadapi tekanan domestik terkait isu pribadi dan politik, yang memengaruhi sikapnya terhadap konflik ini (11:0011:48, 19:4821:10).

Prospek Perang: Teguh Santosa berpendapat bahwa perang skala besar kemungkinan tidak akan berlanjut karena besarnya biaya yang harus ditanggung oleh Amerika Serikat dan Israel. Namun, ia menyoroti kekhawatiran mengenai keselamatan pasukan penjaga perdamaian di Lebanon Selatan (18:5519:47, 21:5022:13).

Leave a comment