Mantan Ketua Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Sri Mulyani juga dikritik karena menyampaikan laporan usai Rapat KSSK pada dinihari 21 November 2008 lewat pesan pendek atau SMS.
Saat Rapat KSSK yang menetapkan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik digelar Presiden SBY sedang berada di Washington DC. Sementara Wakil Presiden kala itu, Jusuf Kalla, tidak dilibatkan sama sekali.
Menurut Sri Mulyani dirinya mengirimkan laporan melalui SMS kepada SBY dan JK seusai rapat. Ketika diperiksa Pansus Centurygate (Selasa, 13/1), Sri Mulyani tidak merinci isi laporannya itu.
Sehari setelah Sri Mulyani giliran JK yang diperiksa Pansus. Mengenai laporan yang disampaikan Sri Mulyani via SMS, JK mengatakan dirinya tidak tahu. Menurut JK, dirinya baru menerima laporan dari Sri Mulyani dan Boediono tanggal 25 November 2008. Ketika itu JK mengkritik keputusan KSSK karena menilai bahwa apa yang terjadi di Bank Century adalah perampokan yang dilakukan pemilik. Itu sebabnya, sebagai Presiden Ad Interim dia memerintahkan Kapolri menangkap pemegang saham pengendali Bank Century, Robert Tantular.
Kembali ke laporan Sri Mulyani lewat SMS.
Banyak pihak yang mengkritik cara Sri Mulyani menyampaikan laporan. Petang ini (Minggu, 17/1) ekonom senior dan mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli mengatakan dirinya tidak tahu apakah SMS dapat disebut sebagai laporan resmi.
Dalam praktik pemerintahan, sebutnya, laporan harus disampaikan dalam surat resmi atau setidaknya pembicaraan lewat telepon. Kalau SMS, ujar Rizal bergurau, biasanya untuk pacar.
Sementara itu, di Facebook beredar guyonan tentang SMS Sri Mulyani untuk JK. SMS yang beredar dari satu wall ke wall itu berbunyi:
“p4K JK quw ma tMend2 d4h amb1L kpUtuZ4n wat b3ilouwt b4nK c3ntUrY, so4Lx nteee t4kUd da kRisiz githuuuw. k3y, LupH U paq JK.. bubbay…..”
Selain di Facebook, SMS guyonan ini juga beredar di BlackBerry.
