Dokumen pertemuan di Hotel Dharmawangsa yang disebut-sebut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional mirip dengan dokumen Gilchrist yang beredar di negara-negara kiri sebelum peristiwa pembunuhan enam jenderal dan seorang perwira muda TNI AD tahun 1965.
Demikian disampaikan Ketua Komite Bangkit Indonesia (KBI), Rizal Ramli saat menerima Kabinet Indonesia Muda (KIM) di Rumah Perubahan, kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan (Senin, 7/12).
Gilchrist diambil dari nama Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Andrew Gilchrist, yang menyebutkan rencana pemberontakan oleh sejumlah jenderal TNI di Indonesia. Dokumen ini membuat kelompok kiri di Indonesia bergerak, begitu juga dengan kelompok militer.
“Semua tokoh kan sudah menolak kabar bahwa mereka hadir (dalam apa yang disebut pertemuan Dharmawangsa). Lalu, kan soal kehadiran itu bisa dicek langsung ke hotel dengan mudah. Ada banyak CCTV,” ujar Rizal Ramli.
Dia khawatir, isu mengenai dokumen itu sengaja disampaikan oleh kelompok tertentu di lingkaran Presiden SBY dengan maksud memecah belah.
