Siapapun Pengganti JK, Munas Golkar Bawa Tradisi Baru

Terlepas dari siapapun yang akan menang dalam pemilihan ketua umum di arena Munas Partai Golkar yang akan digelar di Riau, awal Oktober mendatang, ada satu hal yang menggembirakan, yakni kehadiran tradisi baru di tubuh partai berlambang beringin itu.

Tradsi baru tersebut, sebut ekonom yang juga fungsionaris Partai Golkar, Binny Buchory, berupa desakan dari kader dan pendukung partai agar Golkar kembali menegaskan visi dan misi di tengah perubahan konteks politik nasional. Binny mengatakan, kebanyakan pengurus, kader, dan pendukung Golkar masih mengenang partai itu sebagai partai kekaryaan yang besar karena kemampuannya membuat program pembangunan. Pengurus Golkar yang akan datang pun harus mampu mengembalikan Golkar menjadi partai yang biasa bekerja. Anak-anak muda di Partai Golkar, sebutnya lagi, kini lebih berani dalam menyampaikan pandangan-pandangan tentang metode yang dapat dipilih partai untuk dapat bangkit kembali.

Dalam Pemilu 2009 yang lalu, Golkar mengalami pukulan yang amat telak. Golkar yang selama era Orde Baru berkuasa kalah telak dalam Pemilu 1999. Di tengah badai hujatan, partai ini berhasil bangkit dan memenangkan Pemilu 2004. Namun dalam Pemilu 2009 Golkar kembali jatuh dan terpuruk di tempat kedua. Yang lebih ironis perolehan suara Golkar dalam Pemilu 2009 turun sekiatr enam persen dari sebelumnya 21 persen menjadi 15 persen.

“Tantangan yang dihadapi Partai Golkar sangat besar. Di satu sisi partai ini harus bisa mempertahankan konstituen, di sisi lain harus bisa menarik kelompok di luar untuk memilih partai ini. Pengurus partai harus bisa memahami bahwa market politik sudah berubah,” demikian Binny.

Leave a comment