Bukan Hanya Rizky Wahyuni yang Dikasari

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pontianak menjelaskan kronologi kekerasan yang dialami wartawan saat meliput kampanya cawapres Boediono di kota itu hari Kamis (3/7).

Dalam kejadian itu jurnalis harian Borneo Tribune, Rizky Wahyuni dipukul oleh salah seorang pengawal Boediono. Dalam penjelasannya, AJI Pontianak mengatakan bahwa pengawal itu juga mendorong dan menarik dengan kasar jurnalis lain, fotografer kantor berita Antara Jesica Wuysang, reporter Radio Republik Indonesia, Boyke Sinurat, dan jurnalis Tribun Pontianak, Fakhrurrodzi.

Kejadian itu bermula saat Boediono melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat di Masjid Mujahiddin, usai shalat Jumat, sekitar pukul 13.00 Waktu Tengah Indonesia. Hanya jurnalis yang dari Jakarta yang mengikuti rombongan Boediono yang diijinkan masuk ke ruang pertemuan. Jurnalis lokal Kalimantan Barat tidak diijinkan masuk ke ruangan.

Para pengawal Boediono menarik dan mendorong jurnalis lokal dengan kasar. Dalam insiden itu, salah seorang pengawal memukul pipi Rizky Wahyuni hingga memar sepanjang dua centimeter. Rizky telah mengadukan hal ini ke Poltabes Pontianak. Namun, sampai sekarang sang pelaku pemukulan tersebut belum ditangkap oleh aparat polisi.

Dalam rilis yang ditandatangani ketua dan sektretaris AJI Pontianak, M Aswandi dan Muhlis Suhaeri, diingatkan bahwa UU 40/1999 tentang pers menjamin hak jurnalis untuk mencari informasi. Disebutkan dalam UU itu bahwa barang siapa menghalang-halangi jurnalis dalam menjalankan tugasnya, diancam dengan pidana penjara dua tahun dan denda Rp 500 juta.

Leave a comment