Tak dapat disangkal, saling sindir dan saling gertak antar kandidat dan tim pemenangan Pilpres 2009 membuat suhu politik nasional semakin mendidih.
Yang menarik untuk dicermati, semakin dekat dengan akhir masa kampanye, semakin liar pula politisasi isu. Bahkan, hingga memasuki wilayah kesukuan dan ras.
Sejauh mana tema-tema itu layak diangkat dalam kampanye? Apakah politisasi suku-ras mampu mempengaruhi elektabilitas calon, atau malah bakal menjadi senjata makan tuan?
Bertempat di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Rakyat Merdeka Online pada Senin 6 Juli 2009, akan mengadakan diskusi publik bertema “Bhineka Tunggal Ika: Koreksi Terhadap Politisasi Suku-Ras pada Pilpres 2009.”
Pembicara yang hadir, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Syafii Ma’arif, dan Sujiwo Tedjo. Sedangkan moderator diskusi adalah direktur Lembaga Riset Informasi, Johan O Silalahi. Acara akan dimulai tepat pukul 10.00 WIB.
