Jonathan Pincus mengaku bingung sebab sampai hari ini ia belum mendengar perdebatan serius di antara para capres-cawapres yang tengah bertarung tentang cara menghadapi gurita baru ekonomi Asia: Republik Rakyat China.
Juga dimuat di Rakyat Merdeka Online.
Rasa bingung Dekan Fulbrigh Economics Teaching Program (FETP) yang berpusat di Ho Chi Minh, Vietnam ini disampaikannya saat berbicara dalam diskusi bertema “Kenapa Indonesia Perlu Jalan Baru Ekonomi?” yang digelar Rumah Perubahan di Hotel Mulia, siang ini (Selasa, 17/6).
“Apa strategi Indonesia untuk menghadapi China. Sumber daya alam China, termasuk sumber energinya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Itu sebabnya kini China mencari ke negara-negara lain, termasuk Afrika dan Asia Tenggara,” ujar Pincus.
Calon pemimpin Indonesia, sebutnya lagi, harus memaparkan strategi yang dia miliki dalam menghadapi pengaruh ekonomi China. Tanpa itu Indonesia hanya akan menjadi boneka ekonomi China.
“Mungkin saya terlalu sensitif, karena di Vietnam setiap hari koran bicara tentang how can we deal with China. Tapi yang jelas, hal ini penting,” demikian Pincus.
