Sudah sepatutnya pemerintahan yang akan datang mengubah pendekatan ekonomi pembangunan Indonesia.
Juga dimuat di Rakyat Merdeka Online.
Bila selama ini menyandarkan diri pada pertumbuhan makro yang imajinatif, maka di masa yang akan datang pemerintahan yang baru harus menggunakan pendekatan pemerataan pembangunan. Pemerataan pembangunan adalah nama lain dari pertumbuhan real atau mikro.
Hal ini disampaikan Wiranto sebelum meninggalkan Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) usai melakukan kampanye dialogis dengan ribuan massa pendukung duet JK-Wiranto di Pesantren Al Ihsan, Mataram (Sabtu, 13/6).
Wiranto yang berbicara di ruang VVIP Bandar Udara Selaparang, Mataram, mengatakan pendekatan pertumbuhan makro yang dipertahankan justru membuat keadaan ekonomi Indonesia semakin berantakan. Dia membandingkan Gini Ratio atau distribusi pendapatan masyarakat Indonesia sepuluh tahun lalu dengan tahun ini.
Di tahun 1998 saat krisis ekonomi melanda, Gini Ratio Indonesia sebesar 0,37. Sementara saat ini, di tengah krisis ekonomi yang tidak separah kriris ekonomi sepuluh tahun lalu, Gini Ratio Indonesia hampir sama dengan sepuluh tahun lalu, yakni 0,36.
