Baitullah Mehsud Ancam Serang Istana Barack Hussein Obama

Namanya Baitullah Mehsud.

Pemerintah Amerika Serikat membandrol kepala pemimpin Tehrik-i-Taliban Pakistan ini, sebuah organisasi yang berafiliasi dengan Taliban yang didirikan Desember 2007, sebesar 5 juta dolar AS.

Mehsud mengaku bertanggung jawab atas serangan yang mematikan di akademi kepolisian hari Senin (30/3). Serangan itu, katanya, sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat yang menghancurkan markas pertahanan kelompok fundamentalis di perbatasan Afghanistan.

PAKISTAN

Dia juga mengancam akan melancarkan serangan ke Gedung Putih di Washington DC.

Sejauh ini tidak ada catatan yang menyebutkan Mehsud pernah terlibat dalam serangan di luar negeri walau dia dicurigai berada di belakang kelompok fundamentalis yang ditahan di Barcelona, Spanyol, Januari tahun lalu. Kelompok Barcelona ini diduga tengah mempersiapkan rencana serangan bunuh diri.

Pemerintahan Pakistan sebelumnya dan dinas intelijen AS juga menduga keterlibatan Mehsud di balik pembunuhan mantan perdana menteri Benazir Bhutto. Pejabat Pakistan juga menuduh Mehsud menampung dan melatih orang-orang asing, khususnya dari Asia Tengah, dalam kamp-kamp militer yang berafiliasi dengan Taliban.

Dugaan-dugaan ini yang membuat harga kepalanya semahal itu.

Kepada The Associated Press, Mehsud mengatakan bahwa serangan di akademi kepolisian di Lahore dan tempat-tempat lain belakangan ini merupakan balasan atas serangan misil AS.

“Segera setelah ini kami akan melancarkan serangan ke Washington untuk mengagetkan semua orang di dunia,” katanya dalam wawancara yang berlangsung lewat telepon.

Dalam wawancara terpisah dengan radio lokal, Dewa, ia menyebut Gedung Putih termasuk dalam target serangan.

Jurubicara FBI, Richard Kolko, mengatakan pihaknya tidak memiliki laporan kuat mengenai ancaman itu.

“Dia (Mehsud) pernah menyampaikan ancaman serupa di waktu lalu,” katanya.

Jurubicara Departemen Pertahanan, Gordon Duguid, juga mengatakan hal serupa.

Serangan yang dilancarkan di akademi kepolisian Pakistan di Lahore menewaskan 12 orang, termasuk tujuh polisi.

Penyelidik senior polisi Pakistan, Zulfikar Hameed, kepada Dawn News TV mengatakan beberapa orang yang ditahan dalam serangan ini memberi keterangan yang mengarah kepada keterlibatan Mehsud.

Leave a comment