Menteri Wanita Pertama di Arab Saudi Diragukan

nafAKTIVIS pro-demokrasi di Kerajaan Arab Saudi menyambut baik keputusan Raja Abdullah menunjuk Norah al-Faiz sebagai deputi menteri pendidikan yang mengurusi pendidikan wanita. 

Norah al-Faiz adalah wanita pertama yang menduduki jabatan setinggi itu sejak Kerajaan Saudi Arabia berdiri tahun 1926. Penetapan Norah al-Faiz sebagai deputi menteri disampaikan Raja Abdullah hari Sabtu lalu (14/2). Penunjukan Norah al-Faiz merupakan bagian darireshuffle kabinet.
 

Catatan PENTING tentang foto “Norah al-Faiz” di atas: Saya berusaha menemukan foto Norah al-Faiz lewat mesin pencari Google. Berbagai media telah saya masuki. Mulai dari media Barat, media di Timur Tengah, The Hindu, Xinhua China, Al Jazeera, The Gulf, media-media Eropa, dan sebagainya.

Saya khawatir tidak ada satupun berita mengenai reshuffle kabinet Arab Saudi yang dilakukan Raja Abdullah akhir pekan lalu  yang memuat gambar Norah al-Faiz. Banyak berita mengenai hal ini hanya memuat foto  Raja Abdullah. Sebagian besar hanya memuat teks tanpa menampilkan foto, baik sang Raja maupun sang Norah.

Ketika saya memasuki kategori “images” dengan entry Norah al-Faiz, saya menemukan satu halaman (www.reschny.at) yang memuat gambar wanita bernama Nora (bukan Norah) al-Faiz. Saya sesunggunya ragu apakah ini wajah Norah al-Faiz yang baru ditunjuk sebagai deputi menteri pendidikan Arab Saudi. Jadi, untuk sementara, foto di atas saya anggap hanya merupakan ILUSTRASI saja. Nggak apa-apa kan..? 

Kalau foto Raja Abdullah, banyak. Saya tampilkan satu setelah catatan penting ini. 

20092141200937580_5Wajeha al-Huwaider, salah seorang aktivis pro-demokrasi dan penulis terkenal di Arab Saudi, mengatakan bahwa penunjukan wanita sebagai deputi menteri untuk pertama kalinya dalam sejarah Arab Saudi merupakan sebuah kemajuan dan langkah pertama dalam mewujudkan hak kaum wanita di negara itu. Namun, dia masih menyangsikan apakah Norah al-Faiz akan memiliki kekuatan yang ril dan keleluasaan dalam bertindak. 

“Ini sesuatu yang luar bisa, dan kami sangat bangga dengan raja kami yang mengambil keputusan ini. Dan saya rasa ini akan menjadi langkah pertama untuk melakukan reformasi seperti yang dijanjikannya,” kata Wajeha al-Huwaider. 

Adapun Norah al-Faiz menyatakan sangat bangga karena diberi kepercayaan duduk di posisi tinggi sebuah kementerian. 

“Saya berharap wanita lain akan mengikuti jejak saya ini di masa yang akan datang,” ujarnya seperti dikutip CNN

Menurut Norah al-Faiz, walaupun duduk di kursi deputi menteri pendidikan, namun dia akan memiliki kekuatan yang cukup untuk meningkatkan pendidikan kaum wanita 

Kelihatannya, Wajeha al-Huwaider seperti juga aktivis pro-demokrasi lain di Kerajaan Arab Saudi memiliki alasan untuk ragu. Dia merujuk pada beberapa wanita Arab Saudi yang dipercaya duduk di kursi parlemen rendah namun sampai sekarang belum pernah memperdengarkan suara mereka. 

Wajeha al-Huwaider juga mengatakan, hal lain yang membuat dirinya ragu adalah kenyataan bahwa sampai saat ini di Arab Saudi wanita masih dianggap sebagai barang milik laki-laki. 

“Bahkan menteri yang sekarang ini (Norah al-Faiz) tidak sungguh-sungguh mengendalikan hidupnya. Ini bukan terserah dia, tapi terserah laki-laki yang memilikinya,” kata Wajeha al-Huwaider lagi. 

Khaled al-Maeena, pemimpin redaksi koran berbahasa Inggris Arab Newsmengatakan, kocok ulang kabinet ini memperlihatkan bahwa Raja Abdullah serius. Buktinya, sambung dia, Raja Abdullah tidak hanya menunjuk wanita menjadi deputi menteri, namun juga menunjuk tokoh-tokoh muda yang dikenal memiliki kemampuan untuk duduk sebagai menteri. 

“Saya rasa ini akan menuju kepada sebuah perbaikan,” kata Khaled al-Maeena sambil menambahkan bahwa Raja Abdullah selalu berpihak pada wanita.

Leave a comment