MENYAMBUT kunjungan kerjanya ke empat negara Asia, Jepang, Korea Selatan, Republik Rakyat China dan Indonesia, Hillary Rodham Clinton menyempatkan diri berbicara di depan forum Asia Society di New York, hari Jumat (13/2).
Dalam kesempatan itu Menteri Luar Negeri Amerka Serikat ini kembali menegaskan konsep smart power dan pendekatan tiga D yang dimiliki Deplu AS, yakni defense, diplomacy dan developmentalias pertahanan, diplomasi dan pembangunan dalam membangun kerjasama dengan negara-negara lain. Konsep smart power diperkenalkan Hillary setelah ia ditunjuk Presiden Barack Obama untuk memimpin departemen itu.
Hillary dijadwalkan akan berada di Jakarta pada tanggal 18 dan 19 Februari. Rencana kunjungan Hillary ke Jakarta diketahui setelah Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla bertemu dengan Wakil Presiden AS Joe Biden di Washington DC dua pekan lalu (4/2).
Dalam pertemuan itu Joe Biden mengatakan, adalah Obama yang meminta agar Hillary juga mengunjungi Indonesia. Tadinya, Hillary hanya bermaksud mengunjungi Jepang, Korea dan China.
Kata Hillary, pendekatan pembangunan selama ini agak terpinggirkan. Padahal ia memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas keamanan global. Karena itu, pemerintahan Obama akan kembali memberikan perhatian pada pendekatan ini.
“Kami akan mempromosikan pembangunan di seluruh dunia untuk mengembangkan kesempatan yang memungkinkan warganegara, khususnya yang berada di daerah tertinggal, juga wanita dan anak-anak untuk memenuhi potensi yang mereka miliki yang diberikan Tuhan,” katanya.
Sebelumnya dia mengatakan, kondisi keamanan global saat ini membuat Amerika Serikat tidak bisa hanya menggunakan pendekatan country to countryatau sekadar membagi dunia menjadi region-region yang terpisah.
“Dengan smart power, kita akan membangun partnership yang melintasi batas-batas geografis dan politik,” katanya lagi.
Mantan the first lady ini juga menekanka, Amerika adalah kekuatan rill yang memiliki pengaruh di kawasan Atlantik atau trans-Atlantik juga kawasan Pasifik atau trans-Pasifik.
