PRESIDEN Amerika Serikat Barack Hussein Obama, Jr. akhirnya dapat bernafas lega.
Batu sandungan pertama yang dihadapi laki-laki kelahiran Hawaii ini di awal masa pemerintahannya terlalui sudah. Seperti DPR (House of Representative), Senat pun akhirnya menyetujui paket stimulus ekonomi senilai 790 milar dolar AS yang diusulkan Gedung Putih.
Persetujuan itu diambil lewat pemungutan suara dengan rasio 60-38. Pemungutan suara di Senat dilakukan beberapa jam setelah persetujuan DPR, Jumat sore (13/2) atau Sabtu waktu Indonesia (14/2).
Beberapa anggota Partai Republik mengeluhkan waktu yang terlalu sedikit yang mereka miliki untuk membaca draf inisiatif yang dikirimkan Gedung Putih setebal lebih dari 1.000 halaman itu.
Namun walau telah disetujui kedua House perdebatan masih terjadi di lantai Kongres.
“Hanya karena Republikan menghabiskan uang terlalu banyak setelah 11 September dan lost our way dalam kebijakan keuangan, bukan berarti Partai Demokrat dapat dibiarkan menghantamkan perahu negara kita,” kata anggota DPR dari Partai Republik Zach Wamp yang mewakili Tennessee.
Kubu Demokrat bersuara sebaliknya.
“Kita menyadari bahwa UU ini sendiri tidak akan memecahkan semua masalah yang kita hadapi dalam satu malam. Kita tahu banhwa jalan untuk memperbaiki stabilitas dan kesejahteraan akan membutuhkan kerja keras dalam waktu yang lama. Tetapi UU ini adalah tindakan yang tepat dan perlu dilakukan untuk memperbaiki keadaan,” kata anggota DPR dari Partai Demokrat Ed Perlmutter yang mewakili Colorado.
Senator Edward dari Massachusetts, yang juga dikenal sebagai salah seorang pendukung utama Obama di Capitol Hill, tidak dapat mengikuti voting. Seperti dilaporkan CNN, politisi gaek ini kembali ke Florida untuk melanjutkan perawatan kanker otak yang diidapnya.
