DUA hari setelah mengalami kejadian memalukan di Irak, Presiden Amerika Serikat George W. Bush buka mulut.
Bush meminta agar pihak keamanan di Irak tidak berlaku kasar kepada Muntadhar al-Zaidi, wartawan Irak yang melemparkan sepatu ke arahnya dalam jumpa pers bersama Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki hari Minggu lalu di Baghdad.
Kabar terakhir menyebutkan bahwa wartawan televisi Baghdadiah itu telah diserahkan kepada pihak keaman Irak. Muntadhar dikabarkan mengalami luka di bagian kepala dan patah di salah satu lengannya.
Ribuan warga Irak sejak hari Senin kemarin turun ke jalan meminta agar pihak keamanan membebaskan Muntadhar. Mereka memuji keberanian Muntadhar memperlihatkan ketidaksukaan terhadap Bush yang telah mengobarkan perang di Irak lima tahun lalu.
“Saya tidak punya waktu banyak untuk menyadari apa yang tengah terjadi, saya hanya menunduk dan mengelak,” kata Bush kepada wartawan CNN Candy Crowley yang mewawancarainya di Gedung Putih, hari Selasa waktu Amerika (16/12). Menurut Bush, Muntadhar ingin mencari perhatian.
“Ini akan menjadi salah satu hal yang paling aneh dalam pemerintahan saya. Saya sedang bersiap menjawab pertanyaan media Irak yang demokratis, lalu seseorang berdiri dan melemparkan sepatunya ke arah saya,” ujar Bush yang akan meninggalkan Gedung Putih tanggal 20 Januari mendatang.
Dia menambahkan dirinya tidak marah. “Saya percaya kebebasan sedang tumbuh (di Irak) dan kebebasan dalam masyarakat merupakan sesuatu hal yang penting untuk keamanan dan perdamaian.”
