Popularitas di Balik Eksekusi Kawanan Amrozy

SETELAH akhir pekan lalu mengirimkan pesan singkat yang membandingkan empat tahun kehidupan Obama di Indonesia dan empat tahun kekuasaan SBY di Indonesia, hari ini Adhie Massardi kembali mengirimkan pesan. Kali ini lewat email.

Email Adhie Massardi berisi potongan berita di Kompas Online yang berisi pernyataan yang menyesalkan perlakuan khusus untuk Amrozy, Imam Samudera, dan Ali Gufron yang diekseskusi Minggu dinihari lalu (9/11).

Berikut kutipannya.
Adhie Massardi Sesalkan Perlakuan Khusus untuk Amrozi
PEMRAKARSA informal leader gathering Adhie Massardi di Jakarta, Minggu (9/11), menyesalkan perlakuan khusus kepada terpidana mati Amrozi dkk.

“Seusai eksekusi, pemerintah menyediakan pelayanan seperti seorang pahlawan. Kondisi ini tentu saja bisa menyulut sikap antipati dunia, selain itu juga bisa melahirkan teroris baru,” ujarnya.

Menurut Adhie, sikap pemerintah yang maju mundur soal eksekusi Amrozi telah memancing media masa untuk mengejar pemberitaannya dan memancing masyarakat untuk ikut menyaksikan.

“Masyarakat yang penasaran tentu melihat di Cilacap dan di kampung halaman Amrozi, tempat akan dimakamkan jenazahnya. Bahkan, ada satuan khusus yang membawa dengan helikopter dan sudah menyiapkan tempat permakaman,” ujarnya.

Ketidakpastian ini, menurut Adhie, juga telah memancing simpati kepada Amrozi dan keluarganya yang kemudian menyambutnya sebagai seorang syuhada.

“Apalagi, pengumuman tentang eksekusi telah dijadikan komoditas untuk mencari popularitas oleh pejabat-pejabat setempat yang sesungguhnya tidak punya kewenangan untuk mengumumkan eksekusi terpidana mati,” ujarnya.

Leave a comment