Lelah, Dalai Lama Menyerah

DALAI Lama tampaknya sudah mulai putus asa.

Pemimpin spritual Tibet yang tinggal di pengasingan, Dharmasala, India, itu mengisyaratkan dirinya lelah terus-menerus menuntut otonomi yang lebih besar bagi Tibet yang diduduki China sejak 1959.

Kini Dalai Lama menyerahkan upaya dialog kepada rakyat Tibet.

China berulangkali menuding Dalai Lama memimpin kampanye untuk memisahkan Tibet dari China. Berulangkali pula Dalai Lama menolak tudingan itu.

Dalai Lama mengatakan bahwa yang diperjuangkannya adalah otonomi yang lebih luas bagi Tibet. Nah, inilah yang disebutnya dengan “jalan tengah.”

“Selama ini saya dengan hati tulus memperjuangkan jalan tengah dalam dialog dengan China. Tapi tidak ada respon positif sama sekali dari pihak China,” kata Dalai Lama dalam pertemuan publik yang dilakukan hari Sabtu waktu setempat (25/10) di Dharmasala pusat pemerintahan Tibet di pengasingan yang terletak di utara India.

“Saya menyerah,” kata Dalai Lama mengejutkan.

“Persoalan yang dihadapi Tibet bukan persoalan Dalai Lama semata. Ini adalah persoalan enam juta rakyat Tibet. Saya telah meminta pemerintahan Tibet di pengasingan, demokrasi sesungguhnya di pengasingan, untuk mengambil keputusan berdasarkan konsultasi dengan rakyat Tibet mengenai masalah ini di masa yang akan datang,” ujarnya lagi. Pernyataan Dalai Lama itu diterjemahkan jurubicaranya, Tenzin Takhla.

Pernyataan yang mengagetkan ini disampaikan menjelang pertemuan yang akan dilakukan akhir Oktober ini antara utusan Dalai Lama dengan pemerintah China. Jurubicara Dalai Lama lainnya, Chhime R. Chhoekyapa, mengatakan, sejauh ini pembicaraan dengan pemerintah China masih berada pada jalur yang benar.

Mayoritas rakyat Tibet dikatakan mendukung upaya Dalai Lama memperjuangkan jalan tengah. Hanya kelompok Kongres Pemuda Tibet yang meminta kemerdekaan penuh.

Beberapa bulan lalu, ketika terjadi bentrokan antara tentara dan polisi China dengan aktivis Kongres Pemuda Tibet di dekat Lasha, Dalai Lama meminta agar kelompok itu menahan diri dan tidak melakukan perlawanan yang menggunakan kekerasan.

Dalai Lama bahkan sempat mengancam akan mengundurkan diri dari posisi kepala negara di pengasingan bila pihak pemuda menolak menghentikan kekerasan.

China menginvasi Tibet tahun 1950. Mereka menganggap negara di dataran tinggi Himalaya itu sebagai bagian dari China sejak beberapa abad lalu.

Leave a comment