SAAT ibunya, Stanley Ann Dunham yang juga dikenal dengan Ann Soetoro, meninggal dunia tahun 1995 lalu, Obama sedang berada di Chicago.
Dia tak sempat menyaksikan hembusan nafas terakhir ibunya yang meninggal dunia karena kanker rahim.
Foto: Obama bersama kakek dan neneknya di acara wisuda Punahou School.
Obama tiba di Hawaii beberapa hari kemudian untuk ikut menaburkan abu jenazah ibunya di pantai selatan Pulau Oahu. Angin menerbangkan abu jenazah Stanley Ann Dunham ke tengah Samudera Pasifik, ke arah Indonesia.
Kini, Obama dihadapkan pada situasi yang kurang lebih sama. Neneknya, Madelyn Lee Payne Dunham, satu dari sekian wanita perkasa yang berperan penting dalam kehidupan Barack Obama, sedang terbaring sakit.
Wanita berusia 86 tahun itu kini dalam keadaan kritis. Pihak keluarga mengkhawatirkan keadan Madelyn akan semakin memburuk dalam pekan ini.
Obama telah membatalkan sejumlah kampanye untuk menjenguk neneknya hari Kamis waktu Amerika (23/10). Menurut pihak keluarga, ini adalah saat yang berat bagi Obama.
Obama terakhir kali bertemu neneknya yang sudah sakit-sakitan sejak beberapa tahun terakhir pada bulan Agustus lalu. Ketika itu dia menghabiskan beberapa hari liburan musim panas di Hawaii.
Tahun 1971 setelah menetap empat tahun di Jakarta bersama ibunya yang menikah dengan laki-laki Indonesia, Lolo Soetoro, Obama kembali ke Hawaii untuk menyelesaikan pendidikannya di Punahou School sampai tahun 1979. Setelah itu Obama indah ke mainland untuk melanjutkan pendidikan.
Di kampung halamannya, Obama tinggal bersama kakek dan neneknya, Stanley dan Madelyn Dunham. Dia memanggil kakek dengan sebutan Gramps dan neneknya dengan sebutan Toots.
Madelyn dan suaminya, Stanley Amour Dunham, pindah ke Honolulu, Hawaii, tahun 1959 dari Seattle, Washington, bersama anak tunggal mereka Stanley Ann Dunham.
Di kota itu Madelyn memulai kariernya di Bank of Hawaii dan dikenal sebagai salah satu wanita pertama yang punya karier cemerlang di bank itu. Posisi terakhir Madelyn di Bank of Hawaii adalah wakil direktur utama.
Setelah suaminya meninggal dunia di tahun 1992, Madelyn dirawat oleh adik Obama, Maya Soetoro-Ng. Walaupun tinggal terpisah dengan neneknya, namun Maya yang menikah dengan Conrad-Ng masih menyempatkan diri untuk merawat neneknya.
Charles Payne, adik laki-laki Madelyn Dunham, mengatakan bahwa kakaknya sudah menderita sakit sejak lama.
“Baru-baru ini dia terjatuh sehingga rusuknya patah,” kata Charles seperti dikutip Honolulu Advertiser.
Charles yang tiga tahun lebih muda dari Madelyn dan tinggal di Chicago mengatakan dirinya masih sempat berbicara dengan Madelyn hari Minggu lalu. Dalam pembicaraan itu mereka membahas rencana perayaan ulang tahun Madelyn yang jatuh tanggal 26 Oktober ini.
Charles Payne menolak menjawab pertanyaan apakah kira-kira kakaknya mampu menyaksikan dan mengikuti pemilihan umum tanggal 4 November nanti.
Ketika berkunjung ke Hawaii dan bertemu dengan neneknya bulan Agustus lalu, Obama mengatakan bahwa neneknya tengah berjuang menghadapi osteoporosis yang membatasi mobilitasnya.
Saat menerima pencalonan dirinya di Konvensi Nasional Partai Demokrat bulan Agustus lalu, Obama menyebut neneknya sebagai orang yang mengajarkan kerja keras kepada dirinya.
“Dia adalah orang yang tidak membeli mobil baru atau baju baru sehingga aku bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Dia memberikan apapun yang dimilikinya untukku,” ujar Obama.
Salah seorang mantan wakil direktur Bank of Hawaii tempat Madelyn bekerja, Alton Kuioka, mengatakan bank tersebut berutang banyak pada kerja keras Madelyn.
“Dia adalah salah seorang perintis bank kami,” katanya.

