Golkar Kalah Beruntun, Jangan Salahkan JK

KEKALAHAN beruntun yang dialami Partai Golkar dalam pemilihan gubernur di sejumlah daerah, bukan sebagai kegagalan Jusuf Kalla memimpin Golkar.

Demikian dikatakan Ketua Fraksi Partai Golkar Priyo Budi Santoso kepada wartawan di sela sidang paripurna DPR, Selasa siang (24/6).

Kata Priyo, walaupun Golkar kalah di banyak pemilihan Gubernur, namun yang harus diingat adalah Golkar menang di 154 dari 385 pemilihan Bupati dan Walikota di seluruh Indonesia.

Itu artinya, kata Priyo lagi, Golkar menang di 41,2 persen pemilihan Bupati dan Walikota.

Sementara di pemilihan Gubernur, Partai Golkar, ujar dia mengantongi 26 persen kemenangan yakni di Gorontalo, Sulawesi Barat, DKI Jakarta, Banten, Kepulauan Riau dan Jambi.

“Kami terpukul, iya. Tetapi kemenangan kami di daerah tingkat II tidak diperhitungkan pers. Mungkin karena terlalu jauh dari hiruk pikuk politik. Jadi ini bukan kiamat”, kata Priyo.

Dia mengakui kekalahan beruntun dalam pilkada Gubernur membuat Golkar tidak senang.

Karenanya, Partai Golkar telah mengevaluasi mekanisme perekrutan calon kepala daerah dan calon pendamping kepala daerah.

Menurut dia selama ini, Partai Golkar atas nama demokrasi menyerahkan mekanisme pemilihan kepada daerah yang bersangkutan.

Jadi komposisi keputusannya 60 banding 40. Kata Priyo, 60 daerah dan 40 DPP.

Ketika ditanya apakah kekalahan bukti DPP yang dipimpin JK gagal dan tidak popular Priyo langsung menjawab dengan keras.

“Enggak dong. Pak JK dan DPP tidak memutuskan. Intinya mekanisme (penentuan calon kepala dan wakil kepala daerah) mau kita tarik ke pusat, tapi tetap demokratis,” demikian Priyo.

One Reply to “”

Leave a comment