PRIMARY election Partai Demokrat di Pennsylvania baru akan digelar tanggal 22 April. Banyak pihak berharap ini adalah partai terakhir dari rangkaian pertarungan Barack Obama versus Hillary Clinton yang dimulai Januari lalu.
Semakin cepat kompetisi diantara keduanya diakhiri, semakin cepat Partai Demokrat mengkonsolidasi kekuatan untuk menghadapi Partai Republik, lawan sesungguhnya dalam pemilihan presiden bulan November mendatang.
Sejauh ini, posisi Barack Obama belum tergeserkan juga. Senator Illinois kelahiran Hawaii itu telah mengantongi 1.629 delegasi, 215 diantaranya adalah super-delegasi.
Sementara Senator New York Hillary Clinton mengantongi 1.486 delegasi, dan 243 diantaranya adalah super-delegasi. Kandidat dari Partai Demokrat membutuhkan 2.024 delegasi untuk dapat dicalonkan partai berlambang keledai itu dalam pemilihan presiden.
Dua pekan menjelang petarungan besar di Pennsylvania, survei politik yang digelar Quinnipiac memperlihatkan hasil pertarungan ini akan kembali beti alias beda tipis, seperti di Ohio dan Texas dan bulan lalu.
Bedanya, bila dalam pertarungan Texas dan Ohio yang menang adalah Hillary Clinton, maka dalam pertarungan di Pennsylvania, sekali lagi menurut survei terakhir Quinnipiac, Barack Obama lah yang akan menang dengan 50 berbanding 44 persen.
Hasil survei terakhir Quinnipiac itu disampaikan CNN hari Selasa waktu Amerika (8/4).
Menurut survei itu, Hillary kehilangan dukungan di kalangan warga kulit putih. Dalam survei sebelumnya, selisih dukungan untuk dirinya dibandingkan dukungan untuk Obama di kalangan kulit putih adalah 25 persen. Namun kini tinggal 18 persen.
Sementara itu, Obama unggul di kalangan pemilih laki-laki, dan meninggalkan Hillary empat persen di belakang. Dalam survei sebelumnya, untuk urusan pemilih laki-laki di Pennsylvania, Hillary disebutkan berbagi suara dengan Obama.
Di sisi lain, Hillary masih memperoleh dukungan penuh dari kalangan pemilih berusia lanjut, juga pemilih wanita berkulit putih. Dia menang dengan masing-masing 71 persen dan 67 persen.
Poling sebelumnya yang digelar Quinnipiac dan CNN akhir Maret hingga pekan lalu, memperlihatkan tanda-tanda Hillary lah yang akan menang dalam pertarungan di Pennsylvania.
Hasil poling Quinnipiac yang digelar tanggal 26 Maret dan diumumkan hari Senin kemarin memperlihatkan Hillary akan memimpin di depan dengan tujuh persen suara. Ia diperkirakan memperoleh 49 persen dukungan dan Obama 42 persen dukungan.
Sementara poling CNN akhir Maret lalu memperlihatkan Hillary akan menang dengan 51 persen suara, meninggalkan Obama yang meraih 40 persen suara.
Mengapa keadaan berbalik?
Mark Preston, editor politik CNN, mengatakan dalam beberapa hari terakhir Obama menghabiskan uang tiga kali lebih banyak untuk mengatrol popularitasnya di kalangan pemilih Pennsylvania. Setidaknya ia merogoh kocek 3 juta dolar AS untuk iklan. Sementara Hillary hanya mengeluarkan 1 juta dolar AS.
Jadi walaupun beberapa hari terakhir Obama jarang tampil di depan publik, namun gagasannya akan Amerika yang lebih bermartabat tetap mengudara, menghampiri lubuk hati para pemilih.
