Raja Thailand Terima Award dari Hawaii

RAJA Thailand Bhumibol Adulyadej menerima Asia Pacific Community Building Award dari East West Center. Penghargaan atas pengabdian Sang Raja kepada rakyat Thailand itu diterima Putri Maha Chakri Sirindhorn dalam sebuah gala dinner, Jumat malam (29/2) di Honolulu, Hawaii, AS.

Bhumibol yang lahir di Massachusetts, AS, adalah raja yang paling lama berkuasa dalam sejarah Thailand. Bulan Juni 1946, ia menggantikan kakak kandungnya, Raja Ananda Mahidol, yang tewas karena sebuah tembakan di kepala saat berbaring di Istana Baromphiman. Sampai kini kematian Mahidol masih misterius.

Thailand yang diperintah seorang raja sejak abad ke-13 Masehi, berubah menjadi constitutional monarchy pada tahun 1932 menyusul revolusi yang dilakukan kubu militer.

Bhumibol yang menjalankan pemerintahan sejak tahun 1950, setelah ia menyelesaikan studi di Swiss, dinilai berhasil menempatkan kembali kerajaan di tengah kehidupan masyarakat Thailand. Ia juga memainkan peranan penting di panggung politik.

Kudeta bulan September 2006 yang menggulingkan Thaksin Shinawatra dari kursi perdana menteri, misalnya, berjalan mulus karena Dewan Keamanan Nasional yang dipimpin Jenderal Sonthi Boonyaratglin berhasil mendapatkan dukungan dari Bhumibol. Dukungan dari raja ini juga yang mendorong rakyat Thailand turun ke jalan untuk mendukung penggulingan itu.

Dalam sambutannya, Presiden EWC Charles Morrison mengatakan, Asia Pacific Community Building Award diberikan kepada indvidu yang dinilai berperan penting dalam pem­bangunan masyarakat di kawasan Asia Pasifik. Senator Hawaii Daniel Inouye dan bekas presiden Filipina, Corazon Aquino, juga pernah meraih penghargaan ini.

Penghargaan yang diberikan kepada Bhumibol ini, tambah Morrison, sekaligus menandai 175 tahun hubungan Thailand dan AS. “Ini adalah hubungan diplomatik paling lama yang dimiliki Amerika dengan sebuah negara Asia,” katanya. Sementara Putri Maha Chakri Sirindhorn mengatakan, dirinya dan rakyat Thailand sangat berterima kasih atas penghargaan itu. Ia juga memuji peranan EWC dalam membangun harmoni antara timur dan barat.

“Perbedaan kebudayaan di Hawaii telah menciptakan kebudayaan baru yang penuh toleransi dan saling menghargai, nilai-nilai yang kita butuhkan dewasa ini,” kata Putri Maha Chakri yang sejak beberapa tahun terakhir kerap melakukan perjalanan mewakili Raja Bhumipol yang semakin lanjut usia.

Dalam kunjungan ke Hawaii bulan Juni 1967, Bhumipol menyerahkan sala, sebuah gazebo ala Thailand, untuk ditempatkan di kompleks East West Center. Tahun 2006 lalu, sala yang diserahkan Bhumibol itu direnovasi. Dalam kunjungan kali ini, Putri Maha Chakri juga meresmikan kembali sala yang telah direnovasi itu.

Leave a comment