Si Pencari Kodok yang Ingin Hentikan Perang

PELUANG Barack Obama menjadi calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat semakin terbuka lebar. Senator Illinois kelahiran Hawaii itu berhasil menumbangkan dominasi saingan utamanya, Senator New York yang juga bekas the first lady, Hillary Clinton.

Maya Soetoro, adik Obama, mengatakan, kakaknya lahir dan dibesarkan dalam masyarakat Hawaii yang multikultural. Hal ini membuat Obama memiliki kemampuan dan kemauan untuk memahami persoalan yang dihadapi rakyat Amerika dari banyak perspektif.

Itu juga yang membuat begitu banyak orang, termasuk yang tadinya bersikap golput, kini berubah pandangan dan mendukung Obama. Mereka percaya Obama serius ketika mengatakan bahwa mimpi Amerika yang dirusak oleh sekian banyak rezim beberapa tahun belakangan ini masih dapat diselamatkan.

Maya juga berbagi cerita tentang masa kecilnya bersama Obama dalam pertemuan dengan pendukung Obama di University of Hawaii at Manoa (UHM), hari Jumat (15/2) waktu Hawaii atau Sabtu waktu Indonesia (16/2).

Ratusan mahasiswa dan profesor UHM hadir mendengarkan orasi Maya. Bintang film Hollywood, Kelly Hu, yang juga lahir dan besar di Hawaii pun ikut berbicara dalam pertemuan itu.

Pertemuan di UHM ini adalah bagian dari kampanye kubu Obama menjelang kaukus Hawaii hari Selasa (19/2). Dalam kaukus ini hanya orang yang tercatat sebagai anggota Partai Demokrat minimal setahun terakhir yang berhak memberikan suara.

“Kini kita punya kesempatan untuk mengubah sejarah negara ini,” kata Maya disambut tepuk tangan pendukung Obama.

Sebagai putra Hawaii, kata Maya lagi, sudah barang tentu Obama memahami kompleksitas masyarakat Hawaii.

“Mungkin banyak diantara Anda yang tidak tahu bahwa kami menghabiskan masa-masa kecil kami di lingkungan Manoa ini, di kampus ini. Kami sering mencari kodok di Lembah Manoa,” kata Maya yang juga memperoleh PhD dari UHM.

Maya adalah adik Obama seibu lain ayah. Ibu Obama, Stanley Ann Dunham, adalah mahasiswa antropologi dari Kansas, Amerika Serikat. Dia bertemu dengan pria dari Kenya, Barack Hussein Obama Sr. di kampus UHM. Keduanya juga merupakan affiliate East West Center. Dari pernikahan itu, lahirlah Obama di tahun 1961. Sayangnya rumah tangga mereka tak berumur panjang.

Setelah berpisah dari pemuda Kenya, Ann Dunham jatuh cinta pada Lolo Soetoro, pemuda Jawa Timur, yang juga kuliah di UHM. Dari pernikahan dengan Lolo Soetoro, Ann Dunham memperoleh anak, yakni Maya Soetoro. Antara 1967 sampai 1971 Ann Dunham mengikuti Lolo Soetoro ke Indonesia. Pernikahan kedua Ann ini pun tak berlangsung lama. Dia memilih kembali ke Hawaii dan membawa kedua anaknya, Obama dan Maya Soetoro.

Kepada Rakyat Merdeka usai berorasi, Maya mengatakan bahwa dirinya percaya bila Obama akhirnya menjadi presiden maka akan ada perubahan besar yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah Amerika, baik untuk urusan dalam negeri maupun urusan luar negeri.

“Kami akan memiliki diplomasi yang semakin baik, transpransi di tubuh pemerintah, kejujuran dalam mengelola negara, dan komunikasi yang sehat. Saya juga percaya akan semakin banyak rakyat Amerika yang dilibatkan dalam membangun visi kebangsaan,” ujar Maya.

Bila benar menjadi presiden, apakah tidak sulit bagi Obama menjalankan pemerintahan? Bagaimana Obama menghadapi kelompok-kelompok yang tidak senang dengan kebijakannya? Apakah dia, misalnya, serius akan menghentikan perang?

Menurut Maya, tidak ada kandidat presiden Amerika Serikat saat ini yang punya keinginan menghentikan perang sebesar yang dimiliki Obama. Maya percaya Obama sangat serius dengan hal itu, dan pasti akan menarik pasukan Amerika dari sejumlah medan perang.

Bagaimana dengan kritik yang disampaikan lawan politiknya, baik Hillary Clinton maupun jago dari Partai Republik John McCain, yang mengatakan bahwa Obama tidak mampu membumikan gagasan-gagasan yang disampaikannya di atas podium?

Menjawab pertanyaan ini, Maya mengatakan bahwa menurutnya Obama cukup spesifik ketika menyampaikan program dan rencana-rencana yang akan dilakukannya bila berkuasa di Gedung Putih. Obama bekerja dengan banyak ahli. Sebagai politisi dan pekerja sosial dengan jam terbang tinggi, Obama memiliki pemahaman akan berbagai persoalan ril, termasuk yang berkaitan dengan perlindungan kesehatan yang menjadi tema utama kampanye Hillary Clinton.

Dalam dua pekan terakhir pelaksanaan kaukus maupun primary election pemilihan kandidat presiden dari partai berlambang keledai itu secara mengagetkan Barack Obama menorehkan kemenangan beruntun. Kemenangan ini diawalinya di Super Tuesday (5/2), yakni pemilihan di lebih dari 20 negara bagian Amerika Serikat.

Disusul sweet weekend (9/2) di Louisiana, Nebraska, serta Virgin Island, dan terakhir kemenangan pada Potomac Primary di tiga negara bagian yang dilalui Sungai Potomac, yakni Maryland, Virginia, juga District of Columbia.

Sampai berita ini diturunkan, Barack Obama mengantongi 1.262 delegasi. Sementara Hillary Clinton mengantongi 1.213 delegasi. Seorang kandidat presiden dari Partai Demokrat membutuhkan setidaknya 2.025 delegasi dari 4.049 delegasi yang diperebutkan dalam pemilihan tingkat konvensi ini.

One Reply to “”

Leave a comment