DARI Senayan, dikabarkan beberapa anggota DPR sedang mempersiapkan pemerintahan bayangan (shadow government). Menurut Ali Mochtar Ngabalin anggota Partai Bulan Bintang yang menjadi salah satu penggagasnya berharap pembentukan pemerintahan bayangan ini dapat memunculkan budaya politik baru di Indonesia. Yuddy Chrisnandi akan duduk di kursi menteri pertahanan, sementara Rama Pratama duduk di kursi menteri keuangan. Sejauh ini sudah ada 17 pos menteri. Dan para menteri ini sedang mencari sosok yang tepat sebagai Perdana Menteri.
Seriuskah? Atau sedang tak punya kerjaan lain, dan ingin menyaingi Republik Mimpi Effendy Ghazali? Berikut laporan Rakyat Merdeka.
Sebuah shadow government atau pemerintah bayangan digagas sejumlah politisi muda DPR (berusia di bawah 50 tahun). Mereka tergabung dalam Koalisi Muda Parlemen Indonesia (KMPI). Dan, gagasan itu akan dimatangkan di Restoran Bebek Bali, Senayan, Jakarta, Selasa malam ini.
Ali Mochtar Ngabalin, salah satu penggagasnya, menjelaskan, shadow government (SG) beranggotakan 17 orang menteri dan dipimpin oleh seorang perdana menteri.
Perihal 17 orang menteri yang duduk dalam SG, katanya, sudah tersusun sejak lama. Rapat Selasa malam ini hanya untuk mematangkan tokoh yang pas untuk menduduki posisi perdana menteri. ’’Jadi, rapat besok malam itu untuk menentukan siapa yang cocok jadi PM bayangan. Posisi itu bisa diisi dari kalangan KMPI tapi dapat juga diambil tokoh yang representatif dari luar,’’ kata Ngabalin, kemarin.
Politisi dari Partai Bulan Bintang itu menambahkan, SG yang dibentuk nanti dipimpin seorang perdana menteri yang memimpin 17 menteri. ‘’Nama yang tepat bagi pemerintah bayangan yang kita bentuk nanti mungkin shadow goverment pemerintahan kolektif.’’
Susunan SG dimaksud, Menhan Yuddy Chrisnandi, Mendagri Agus Purnomo, Menlu Hadjriyanto Y Tohary, Menneg BUMN Fachry Hamzah, Gubernur BI Andi Rachmat, Menkeu Rama Pratama, Jaksa Agung Azis Syamsuddin, Menteri Pariwisata Jeffri Massie, Menhub Abdullah Azwar Annas, Menhuk dan HAM Ario Widjanarko, sementara Menag merangkap Mendiknas dijabat Ngabalin.
Yuddy Chrisnandi, yang kini duduk di Komisi I DPR menambahkan, rapat nanti malam untuk merampungkan konsep SG, termasuk susunan kabinet dan memilih calon perdana menteri. ‘’Rapat akan mengagendakan konsep kerja shadow government, menentukan jumlah bidang kementerian dan pengisian pos perdana menteri bayangan yang belum terisi,’’ kata politisi Partai Golkar ini.
Lantas, mengapa KMPI membuat SG? Ngabalin mengatakan, yang mendorong adalah kegelisahan para politisi muda DPR melihat jalannya pemerintahan sekarang ini.
Menurut dia, pemerintah yang diharapkan mampu mensejahterakan rakyatnya sesuai janji-janji kampanye, ternyata memble. Karena itulah KMPI bangkit membentuk pemerintah bayangan. ’’Kami bangkit untuk jadi kekuatan penyeimbang di parlemen. Kami akan terus mengingatkan pemerintah agar ingat pada tugasnya mensejahterakan rakyat. Pemerintah akan kami cambuk supaya lebih punya greget.’’
Ngabalin mengaku tidak punya target apa-apa, termasuk menjatuhkan pemerintah. “Paling tidak, pembentukan SG ini bisa muncul budaya politik baru yang positif di Indonesia . Kami berharap, fraksi dan partai tidak perlu kebakaran jenggot dengan kiprah kadernya yang duduk di shadow government.’’
