ANDA yang anti-perang, anti-Bush dan kebetulan sedang tak punya kelas, silakan datang.
Rabu, 5 September mendatang, Kampus University of Hawaii akan diramaikan oleh Festival of Resistance. Selain untuk menggalang dukungan anti-perang Irak, festival itu juga dimaksudkan untuk menentang watak rezim George W Bush.
Festival for Resistance itu mengambil tema besar: “The World Can’t Wait-Drive Out the Bush Regime”.
Pemilihan presiden Amerika Serikat akan digelar tahun depan. Menurut konstitusi Amerika Serikat, Bush yang terpilih sebagai presiden di tahun 2000 dan mempertahankan kekuasaanya di 2004 memang tak bisa berkuasa lebih dari dua periode. Artinya, secara teknis Bush tidak bisa lagi ikut dalam pemilihan presiden.
Tetapi bukan tidak mungkin, para pendukung Bush, kaum Republikan, kaum Hawkish dan komunitas pecinta minyak bumi yang berada di belakang Bush dan mendorong kebijakan perang di Timur Tengah akan mempertahankan pengaruh mereka lewat presiden berikutnya yang juga berwatak seperti Bush.
Sebuah spanduk besar berwarna oranye yang memberitahukan festival ini sudah beberapa hari terakhir dipajang di bundaran yang berada persis di depan Hawaii Hall, kompleks rektorat UH.
Di Student Center, sekelompok mahasiswa yang menggelar festival ini pun membuka semacam posko kecil. Mereka membagi-bagikan flyer kepada mahasiswa yang melintas. Beberapa spanduk dan poster menentang Bush dan menyerukan agar perang di Irak segera dihentikan ditempelkan di posko itu.
Menurut rencana festival akan digelar seharian suntuk, mulai dari pukul 10.00 sampai pukul 21.00 waktu Honolulu.
Dari pagi hingga petang, panitia akan memutar sejumlah film anti-perang di Hemenway Theater. Film dokumenter “Sir, No Sir” yang berisi kisah hidup veteran perang di tahun 1960-an akan menjadi partai pembuka. Diikuti oleh “The Bush Crimes Commission”, yang berisi beberapa testimoni mengenai kejahatan kemanusiaan yang dilakukan rezim Bush, termasuk perang di Irak, pemanasan global (AS adalah perusak lingkungan hidup nomor satu di muka bumi), kesehatan dunia, sampai penanganan badai Katrina dan sebagainya.
Pada jam makan siang, panitia akan menggelar diskusi publik yang menghadirkan sejumlah pembicara dari beberapa organisasi. Luara Lyons, seorang professor dari UH akan bebicara tengang legalisasi kejahatan yang dilakukan pemerintahan Bush. Direktur AFSC Hawaii/DMZ Kyle Kajihiro akan membedah upaya pemerintah federal memiliterisasi Hawaii. Seorang veteran perang Vietnam, Scott Cade, juga akan berbicara di forum itu. Vade akan menceritakan pengalaman pribadinya dan meminta agar pemerintahan Bush tidak memperluas perang ke Iran.
Carolyn Hadfield dari RCP-USA juga akan berbicara tentang konsep perang melawan terorisme yang digunakan pemerintahan Bush sebagai tameng untuk memerangi manusia.
Selasai makan siang, giliran film “Ground Truth” yang akan diputar. Film ini berisi kisah 17 veteran perang Irak yang baru pulang dari medan laga. Sesi pemutaran film akan ditutup oleh “Loose Change II”. Penyelenggara tak bercerita banyak tengang film ini. Hanya sebuah catatan kecil, “What happened in 9-11. Check it out!”
Malam harinya, dari pukul 17.00 sampai 21.00 penyelenggara akan menggelar konser musik anti-perang di Manoa Gardens.
Mampir ah…

sepertinya akan jadi korlap nih 🙂