Reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) yang diumumkan Presiden SBY di Istana Merdeka kemarin semakin memperlihatkan bahwa pemerintah tidak punya concern yang kuat pada upaya mensejahterakan kehidupan rakyat.
Mestinya, kocok ulang itu dilakukan untuk mencari format kabinet terbaik agar pemerintah dapat segera membebaskan rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke dari himpitan persoalan ekonomi. Dus, idealnya reshuffle mestilah menyentuh tim ekonomi yang gagal menggerakkan sektor ril. Begitu menurut Sekjen Partai Perhimpunan Daerah Adhie M Massardi.
“Reshuffle ini tidak bermutu. Tidak ada artinya bagi rakyat,” kata Adhie.
Menurut bekas jurubicara Gus Dur itu kesejahteraan rakyat dapat dicapai bila lapangan pekerjaan bertambah luas. Karena dengan bekerja atau berproduksi, seseorang dapat membiayai kehidupannya. Tetapi yang terjadi adalah sebaliknya. Tim ekonomi pemerintah lebih tertarik untuk mempertahankan performance sektor makro ekonomi tanpa memperhatikan apakah sektor ril bergerak positif.
Sebaik apapun kredibilitas menteri di KIB jilid tiga ini, sambung Adhie, tidak ada jaminan keadaan akan lebih baik. “Buat rakyat, pemerintah ini sudah hampir kehilangan relevansi. Tidak ada departemen juga tidak apa-apa. Rakyat tidak pernah memperhatikan berbagai indikator makro yang menurut pemerintah sudah baik dan seterusnya. Yang dirasakan rakyat adalah himpitan ekonomi. Ada yang bunuh diri bersama anak karena tekanan ekonomi dan rasa cemas menghadapi masa depan. Yang begini bukan sekali dua kali terjadi,” bebernya.
Hal lain yang dilihat Adhie dari proses reshuffle yang berlarut-larut ini adalah betapa SBY sebenarnya sangat berkuasa. ”Kekuasaannya sangat optimal. Selama ini banyak yang mengatakan SBY peragu dan penakut. Tetapi dalam beberapa hari ini dia memperlihatkan bahwa dia sangat dominan. Semua partai, termasuk Partai Golkar ikut antre mengajukan nama. Dan oleh SBY, mereka dimainkan dengan menunda-nunda,” demikian Adhie.
Pendapat senada disampaikan Sekretaris Jenderal Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Budiman Sudjatmiko. ”Mestinya reshuffle ini dilakukan untuk kesejahteraan rakyat. Menteri-menteri di tim ekonomi inilah yang seharusnya dicopot dan diganti dengan yang lebih kredibel agar rakyat dapat memperbaiki nasib mereka,” katanya. GUH
