Calon Presiden 2009 Mulai Ngajak Bicara

PKS Award 2007 Untuk Denny J.A

Milad ke 9 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) minggu lalu memberikan penghargaan kepada tokoh yang dianggap berprestasi dan berdedikasi kepada bangsa di bidang tertentu. Presiden SBY mendapatkan award untuk pemberantasan korupsi. Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny J.A juga mendapatkan penghargaan untuk bidang riset politik. Tahun lalu Denny J.A pun memperoleh anugrah serupa dari Rakyat Merdeka atas inovasinya membuat survei tak hanya menjadi kegiatan akademik tapi juga punya pengaruh politik yang kini semakin signifikan. Di bawah ini ringkasan wawancara Rakyat Merdeka dengan Denny J.A

Anda kaget mendapatkan penghargaan dari PKS?

Tidak juga. PKS memang partai yang terbuka dengan gagasan baru. Ia bermain cantik dengan mengapresiasi riset politik dan memberikan penghargaan

Kian hari survei semakin diperhatikan oleh partai politik?

Politik memang sudah berubah. Puncak dari politik adalah pemilu dan pilkada, medium demokratis untuk memilih pemimpin. Tokoh dan partai yang menang dan kemudian memerintah negeri ini ditentukan oleh rakyat banyak. Tak ada cara yang lebih akurat untuk mengetahui aspirasi rakyat banyak sebelum pemilu kecuali lewat survei. Dengan sendirinya, tokoh yang menjalankan survei segera pula punya pengaruh politik, dan diperhatikan oleh partai politik.

Anda kini dianggap pelopor dan ikon survei politik Indonesia

Sebelum saya memang sudah banyak pihak yang membuat survei politik. Tapi memang, saya dan kawan-kawan mengubah karakter survei itu tak hanya sebagai kegiatan akademik. Survei kini justru efektif menjadi instrumen politik, sejauh dikerjakan secara obyektif dan profesional. Memang belum pernah ada yang melakukan survei serentak di  lebih dari  200 wilayah. Hasil survei LSI juga mendapatkan perhatian besar tak hanya di pusat, tapi juga di daerah. Alhamdulillah jika saya dianggap sebagai pelopor dan ikon.

Anda kini lebih merasa sebagai intelektual atau politisi?

Saya tetap merasa sebagai intelektual. Namun berbeda dengan intelektual yang hanya mengajar di kampus, saya memang masuk ke inti pertarungan politik. Tapi saya tetap merasa orang luar, bukan orang dalam yang terlibat dalam pertarungan politik praktis. Idealnya, saya membawa cahaya ilmu pengetahuan untuk ikut menerangi politik.

Apa sebenarnya faedah survei bagi demokrasi dan kehidupan orang banyak?

Survei dapat menjadi artikulator dari warga negara yang sekarang menjadi silent majority. Praktis saat ini, 150 juta pemilih dari Aceh sampai Papua hanya didengar suaranya ketika ada pemilu dan pilkada. Setelah itu yang bersuara adalah elit. Mayoritas pemilih diam dan hilang. Survei dapat menyuarakan aspirasi, harapan, kemarahan dan kekecewaan mereka hanya dengan sistem sampel saja.  Melalui survei, kita menjadi tahu bagaimana 150 juta pemilih itu menilai kinerja pemerintahan, menanggapi isu ekonomi, politik, keamanan dan sebagainya. Suara publik kembali terdengar.

Melalui survei, kini anda dianggap sebagai intelektual paling berpengaruh?

Saya pun kaget dengan pengaruhnya. Survei kita tentang partai di bulan Maret 2007, yang menyatakan PDIP kembali menjadi partai utama,  menjadi perbincangan serius para petinggi PDIP dan Golkar. Siapa yang dicalonkan sebagai kepala daerah banyak pula dipengaruhi oleh hasil survei kami. Beberapa gubernur menunggu saran kami untuk memilih calon wakilnya. Dengan survei memang saya mempengaruhi kompetisi politik dari Aceh sampai Papua, di lima pulau besar. Berbagai calon presiden 2009 mulai mengajak saya bicara.

Anda terus akan menjadi peneliti atau pada waktunya menajdi politisi, seperti menjadi gubernur atau menteri atau bahkan presiden?

Saya mengalir saja. Yang jelas, saat ini saya masih sangat menikmati profesi ini. Apalagi publik semakin mengapresiasi dengan memberikan berbagai penghargaan. GUH

Leave a comment