Pertimbangkan Pengiriman Pasukan Ke Palestina
Sejumlah anggota DPR RI meminta agar pemerintah Indonesia bersikap lebih tegas dalam menghadapi upaya Israel menghancurkan Masjid Al Aqsa, tempat suci umat Islam di Palestina.
Sejumlah anggota DPR RI meminta agar pemerintah Indonesia bersikap lebih tegas dalam menghadapi upaya Israel menghancurkan Masjid Al Aqsa, tempat suci umat Islam di Palestina. Sudah sepatutnya pemerintah Indonesia menyampaikan kecaman atas tindakan itu, dan di saat bersamaan mengajak negara-negara Islam bersatu menekan Israel.
HAL itu disampaikan, antara lain, oleh anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Muhammad Najib, kemarin.
Najib juga menyerukan partai politik dan organisasi massa Islam di Indonesia agar meyakinkan pemerintah bahwa sikap tegas Indonesia berarti banyak dalam menegakkan keadilan dan perdamaian di muka bumi, khususnya di Timur Tengah.
“Pemerintah kita selalu underpressure. Itu sebabnya berbagai parpol dan ormas Islam harus mem-backup pemerintah sehingga pemerintah dapat lebih confident untuk bersikap tegas terhadap Israel dan blok Barat,” ujar Najib.
Pada bagian lain Najib juga menyampaikan keprihatinannya terhadap solidaritas di kalangan negara dan umat Islam internasional yang sejak ratusan tahun lalu tak pernah terjadi. Ketidaksolidan inilah yang menyebabkan Israel yang didukung Amerika Serikat berani melakukan tindakan yang merugikan umat Islam.
“Israel secara konsisten berusaha menganeksasi wilayah timur Jerusalem. Padahal dunia internasional mengakui bahwa wilayah itu adalah milik Palestina. Menghancurkan Masjid Al Aqsa adalah salah satu cara yang akan mereka lakukan untuk menguasai wilayah itu,” ujarnya lagi.
Pekan lalu (9/2) Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda telah meminta agar Israel menghentikan penggalian arkeologi yang dilakukan Israel di kompleks Masjid Al Aqsa. Kegiatan itu menurut Menlu Hassan hanya akan merusak perdamaian dan meningkatkan ketegangan di Timur Tengah.
Menurut Najib, sikap yang disampaikan Menlu Hassan itu sudah cukup bagus. Namun belum cukup kuat untuk memperlihatkan posisi Indonesia. Anggota Fraksi Bintang Reformasi Ade Daud Nasution malah meminta agar pemerintah mengkaji kemungkinan mengirim pasukan ke Palestina.
“Kalau perlu serukan jihad ke Palestina untuk melawan Zionis Yahudi. Ini sudah keterlaluan. Waktu Israel menyerang Lebanon, kita mengirim pasukan. Masa Al Aqsa mau digusur kita diam saja,” kata Ketua DPP Partai Bintang Reformasi (PBR) bidang Luar Negeri ini sambil menyarankan SBY agar tampil menggalang solidaritas negara dan umat Islam internasional. “Ini persoalan penting, Al Aqsa itu kiblat pertama Islam sebelum Kabah.”
Anggota Fraksi Partai Golkar Yuddy Chrisnandi juga meminta agar SBY mengutuk aksi Israel. “Tindakan Israel adalah kebiadaban. SBY harus mengutuk serangan itu. Sebagai anggota Dewan Keamanan PBB, Indonesia harus mensponsori resolusi damai dan mengirim pasukan perdamaian ke Palestina,” tandas Yuddy.
Jika tidak tegas terhadap Israel, sambungnya, SBY akan dijauhi oleh umat Islam di Indonesia. Bahkan mungkin sekali rakyat Indonesia yang peduli dengan Palestina tidak akan memilih SBY pada pilpres nanti. “Jumlah mereka sangat signifikan. Hitung saja jumlah suara partai-partai Islam di Indonesia.” GUH/LUK
