
Saya berharap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bersedia merehabilitasi nama baik almarhumah Rachmawati Soekarnoputri yang sempat dijadikan tersangka kasus makar tahun 2016.
Continue reading “Merehabilitasi Nama Baik Mbak Rachmawati”
Melintasi Batas Peradaban, Mencatat Perjalanan, Menawarkan Cara Pandang

Saya berharap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bersedia merehabilitasi nama baik almarhumah Rachmawati Soekarnoputri yang sempat dijadikan tersangka kasus makar tahun 2016.
Continue reading “Merehabilitasi Nama Baik Mbak Rachmawati”



















Honourable guests,
Ibu Vivi Yulaswati, Deputy for Maritime and Natural Resources, Ministry of National Development Planning
Mr. Park Soo-Deok, Deputy Ambassador of the Republic of Korea to the Republic of Indonesia
Bpk. Arifianto Sofianto, Director of East Asia, Ministry of Foreign Affairs
Bpk. Tatang Yuliono, Deputy of Distribution of Coordinating Ministry of Food
Bpk. Agung Dharmajaya, Vice Head of Press Council
Pernyataan bersama yang diterbitkan usai pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Xi Jinping di Beijing, Republik Rakyat China (RRC), tidak membahayakan kedaulatan Indonesia atas laut teritorial Indonesia di utara perairan Pulau Natuna yang berbatasan dengan Laut China Selatan.
Sebaliknya, pernyataan bersama itu justru menguatkan kedaulatan Indonesia atas laut teritorial Indonesia.
Continue reading “Tentang “Areas of Overlapping Claims” dalam Pernyataan Bersama Indonesia-China”




























Kebudayaan memiliki hubungan erat dengan daya tahan bangsa dan negara. Hanya bangsa dan negara yang mampu mengembangkan kebudayaan demi menghadapi tantangan jaman yang tidak mudah yang dapat bertahan di peta dunia.
Continue reading “Tunisia, Budaya, dan Politik Dunia”















Perdamaian adalah masa di antara dua perang yang bisa panjang atau pendek tergantung pada kekuatan pihak-pihak yang bertikai. Bila kekuatan pihak-pihak yang bertikai relatif sama atau seimbang, maka masa perdamaian dapat diharapkan berlangsung relatif panjang.
Continue reading “Perdamaian yang Panjang Dijamin Kekuatan yang Seimbang”
Baru menyadari, saya masih utang penjelasan. Tentang John R. Haglegam yang foto bersamanya saya unggah dua minggu lalu.
Continue reading “Utang Penjelasan tentang Haglegam”


















Penerbangan China Southern dari Harbin, ibukota Provinsi Heilongjiang di Tiongkok, ditunda. Satu hari. Mestinya terbang hari Minggu pagi, lalu transit di Shenzhen yang merupakan salah satu kota besar di Provinsi Guangdong, dan tiba di Jakarta di hari yang sama menjelang tengah malam.
Bila seperti yang direncanakan, maka Senin pagi saya akan mengajar di UIN Jakarta sampai sore, lalu Senin tengah malam ke Semarang jalan darat.
Continue reading “Workshop Pertama di Era Prabowo”




Tiba di Beijing, tempat pertama yang kami singgahi adalah Harian Petani. Di lantai 12 kami disambut Pemimpin Redaksi Wang Yimin.
Harian Petani berdiri tanggal 6 April 1980. Di awal masa-masa awal kebijakan open up yang diusung Deng Xiaoping. Misi yang diberikan Partai Komunis Tiongkok pada harian ini adalah memajukan kehidupan petani, pertanian, dan pedesaan.
Continue reading “Prabowo Petani”


Sambungan dari posting foto bersama John R. Haglegam.
Saya menulis beberapa catatan kecil dari Federasi Mikronesia selama dan setelah tugas memantau pemilu di bulan Maret 2009 itu. Termasuk satu laporan khusus untuk East West Center yang mengirim kami ke Chuuk. Catatan-catatan itu masih dapat dibaca di teguhtimur.com/aroundtheworld/micronesia.
Saya tiba-tiba kembali teringat pada Mikronesia ketika pekan lalu membaca berita dari arena Sidang Majelis Umum PBB.
Continue reading “Reformasi Dewan Keamanan PBB”
Foto ini diambil di Pulau Weno, Chuuk, Federasi Mikronesia, bulan Maret 2009. Saya berada di negara itu sekitar dua minggu memantau jalannya pemilu.
Pria yang bersama saya ini adalah John R. Haglelgam. Dia narasumber kami malam itu. Membagikan cerita mengenai perkembangan politik kontemporer Mikronesia yang unik.
Continue reading “Bersama John R. Haglegam”
Saya tidak lama berada di tempat itu.
Setelah Dubes Republik Federasi Jerman Ina Lepel, Deputi Menteri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong, serta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memotong kue Hari Persatuan Jerman, saya memilih meninggalkan ballroom di lantai 11 Kempinski Grand Ballroom, persis di sebelah Grand Indonesia.
Sudah saya sampaikan di tulisan sebelumnya, Hari Persatuan Jerman merupakan hari nasional yang merujuk pada proses penyatuan Jerman Timur dengan Jerman Barat tanggal 3 Oktober 1990.
Continue reading “Tidak Lama”Tadi malam saya menghadiri kegiatan ini. Perayaan Hari Persatuan Jerman ke-34. Di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta.
Hari Persatuan Jerman adalah hari di mana Republik Demokratik Jerman atau Jerman Timur yang sebelumnya merupakan satelit Uni Soviet bergabung dengan Republik Federasi Jerman atau Jerman Barat pada 3 Oktober 1990, dan menggantikan hari nasional sebelumnya yang merujuk pada hari persatuan Jerman Barat pada 17 Juni 1954.
Continue reading “Hari Persatuan”Dua hari lalu saya upload rekaman dadakan ini di Youtube. Kisah Rachmawati Soekarnoputri di pagi hari 1 Oktober 1965 dan bulan-bulan berikutnya.
Disebut rekaman dadakan karena hari itu, di bulan Maret 2018, dalam perjalanan dari rumah Dubes Rusia di Kuningan menuju rumah Mbak Rachma di Jatipadang, di tengah obrolan kami mengenai berbagai hal, tiba-tiba Mbak Rachma minta saya merekam pembicaraan karena dia mau bicara peristiwa 1 Oktober.
Maka demikianlah, kisah itu dituturkannya. Diawali tawa lebar saya yang sempat blank.










Kemarin, sambil menunggu waktu pertemuan di Mega Kuningan, saya sempatkan shalat Zuhur di Masjid Jami Baitul Mughni di Jalan Peltu Rahmad Sidup yang tidak jauh dari simpang pertemuan dengan Jalan Jend. Gatot Subroto.
Masjid Jami Baitul Mughni ini salah satu landmark di tempat itu. Bangunannya yang didominasi warna putih cukup menonjol dengan kubah masjid bergaya Mughal atau Moghul dari India. Seperti mausoleum Taj Mahal di Agra yang dibangun Shah Jahan yang memerintah antara 1627 sampai 1658 untuk istrinya Arjumand Banu Begum alias Mumtaz ul Zamani alias Mumtaz Mahal dari Persia.
Continue reading “Guru Mughni”

Tak terasa lebih dari satu setengah jam saya bertukar cerita dengan Yang Mulia Mohamed Trabelsi, pekan lalu. Ia baru sekitar empat bulan bertugas di Jakarta sebagai Duta Besar Republik Tunisia untuk Republik Indonesia.
Continue reading “Hal Tunisia”
Kemarin, keluar dari ruangan Dubes Tunisia YM Mohamed Trabelsi mata saya berhenti sebentar pada lukisan yang tergantung di dinding.
Judulnya “Mufti” dengan dimensi 63×80 cm.
Karya pelukis kontemporer Tunisia, Gorgi Abdelaziz.
“Namanya menggambarkan kekayaan sejarah dan budaya bangsa kami,” ujar Dubes Trabelsi seakan memahami salah satu pertanyaan di benak saya.
Continue reading “Sang Mufti”
Yang Mulia Sandeep Chakravorty telah setahun bertugas di Jakarta sebagai Dubes Republik India untuk Republik Indonesia.
Tapi baru tadi siang saya bertemu langsung dengannya. Di kantor sementara Kedubes India di Gama Tower Jln. H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Continue reading “Dubes Chakravorty”




Pekan lalu di Venezuela saya bertandang ke KBRI Caracas dan kembali bertemu Dubes Mayjen (Purn) Imam Edy Mulyono.
Continue reading “Komandan Minurso”




NAMANYA Husnu Muslu. Lahir 28 tahun lalu di kota Malatya yang terkenal akan sejarahnya yang kaya, buah aprikot yang lezat, dan pemandangan alam yang menakjubkan. Kota ini terletak di kawasan Anatolia Timur, Turki.
Continue reading “Lokantasi Nusantara”

Sedikit catatan: Kedua foto di atas saya abadikan dari September 2024 (kiri) dan Mei 2018 (kanan).
Nicolas Maduro Moros tersenyum lebar sambil mendekapkan kedua tangannya saat melihat bendera wajah Maradona yang dikibarkan delegasi Argentina.
Continue reading “Mengenang Maradona”







Peserta “Kongres Dunia Menentang Fasisme, Neo-fasisme dan Ekspresi Serupa” menyetujui pembentukan poros perjuangan melawan fasisme gaya baru di era-21. Caracas pun ditetapkan sebagai ibu kota anti-fasisme dunia.
Continue reading “Poros Anti Fasisme Gaya Baru Didirikan, Caracas Jadi Ibukotanya”





Fasisme menemukan bentuk baru seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan menguasai dan mengendalikan ruang digital kaum neofasis menyerang pihak-pihak yang tidak mereka inginkan dan membangun kebencian massal pada mereka.
Continue reading “Fasisme Digital”







HUJAN yang turun Senin sore hingga malam (9/9) tak menyurutkan semangat warga pemukiman Cota 905 yang menghadiri pertemuan Dewan Komunitas. Satu per satu tokoh masyarakat berbicara dalam pertemuan itu dengan nada suara berapi-api memberikan dukungan pada kemenangan Nicolas Maduro Moros di pilpres yang digelar akhir Juli lalu.
Continue reading “Laporan dari Ketinggian 905, Membela Kemenangan Demokrasi Venezuela”





Saya tidak bisa memasuki kawasan itu. Suhu tinggi melanda Munisipalitas Chongqing dan daerah di sekitarnya beberapa waktu belakangan ini.
Awal Agustus lalu Layanan Meteorologi Chongqing mengeluarkan peringatan terkait suhu yang begitu tinggi dan sempat mencapai level merah. Artinya, dalam 24 jam suhu melebihi 40 derajat Celcius.
Sedemikian panasnya, China Daily sempat melaporkan Chongqing yang dibentuk pegunungan dan pebukitan serta dilalui aliran Sungai Yangtze dari dataran tinggi Tibet mendapatkan julukan baru, yakni “kota tungku”.
Tempat yang ingin saya kunjungi itu adalah “Situs Sejarah Museum Perang Anti-Jepang” di bukit Huangshan, Distrik Nan’an. Dibutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk mencapai tempat itu dari hotel tempat saya menginap.
Continue reading “Gagal ke Vila Huangshan”
Perusahaan media dan wartawan profesional perlu memberikan perhatian pada kerangka “Kerjasama Selatan-Selatan” dalam berbagai bidang yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kemandirian negara-negara berkembang.
Continue reading “Kerja Sama Selatan-Selatan Jangan Ulangi Cerita Kolonialisme”






Pohon ini, dalam bahasa lokal disebut Huangjiao atau Huangge, konon telah berusia lebih dari seribu tahun.
Ia biasa ditemukan di daratan Asia, dari Pakistan, India, terus hingga Thailand, Vietnam, Semenanjung Malaya, kepulauan Indonesia, sampai utara Australia.
Umumnya pohon ini tumbuh besar dan mengagumkan, indah dengan akar dari cabang yang terjulur menyentuh tanah. Karakteristik yang unik memungkinkannya menyebar dan menutupi area yang luas dan menjadikannya fitur yang menonjol di banyak lanskap tropis. Kata teman saya.
Pohon ini juga penting dalam berbagai budaya dan agama. Ia melambangkan kebijaksanaan, kekuatan, dan umur panjang. Saya rasa.
Continue reading “Beringin yang Menjadi Abadi”



Di banyak negara, sungai memainkan peranan penting. Di masa silam, ia menjadi tempat tumbuh dan berkembang peradaban. Di masa kini ia dimanfaatkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi.
Continue reading “Sedang Viral”



Republik Rakyat China sedang memperingati salah seorang tokoh penting yang berperan besar pada pembangunan negara itu: Deng Xiaoping.
Continue reading “Merayakan Deng Xiaoping”




Setelah Boeing 737-800 yang dioperasikan Shandong Airlines SC2154 dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng mendarat mulus di Bandara Internasional Xiamen, saya buru-buru ke imigrasi dan mengambil bagasi.
Continue reading “Saksi Terbaik”