Korean People’s Army

SELAMA berada di Pyongyang, setiap hari saya berpapasan dengan tentara Korut. Mereka ada di mana-mana, berjalan berbaris berkelompok, atau berkumpul. Di lokasi pameran bunga Kim Il Sung, ribuan tentara Korut hadir. Mereka mengunjungi satu persatu stand pameran. Beberapa dari mereka mengenakan seragam kebanggaan, dengan deretan bintang jasa memenuhi dada kiri dan kanan.

The Axis of Evil: Korea Utara?

BULAN Oktober tahun lalu, dengan entengnya, Presiden Amerika George W Bush menuding Irak, Iran dan Korea Utara sebagai axis of evil alias poros setan. Katanya lagi, poros ini mesti dihabisi.

Kim Il Sung Square

Kim Il Sung Square, Pyongyang, Democratic People's Republic of Korea (DPRK), North Korea, Asia

1686bff2de73292c9939e214271972a6

SAYA tiba di Pyongyang, ibukota Republik Demokratik Rakyat Korea atau Korea Utara tanggal 15 April lalu. Saat itu, rakyat Korut tengah memperingati ulang tahun ke-91 pemimpin spritual dan inspirator perjuangan mereka, Kim Il Sung.

Mengapa Pejuang Irak Berdiam Diri?

0409
PASUKAN Amerika masuk Baghdad. Puluhan tank Abram dan kenderaan tempur Bradley dari Divisi Ke-3 Infantri dan Divisi Ke-101 Lintas Udara merengsek dari arah utara. Sementara Gugus Tugas 164 Divisi Ke-3 merengsek dari arah barat laut. Dan ribuan serdadu Amerika berjalan-jalan dengan riang di jantung Baghdad.

Ini Pasukan Kamikaze ala Irak

sur16

0300
RAKYAT Irak yang tak takut menghadapi serangan Amerika beramai-ramai mendaftarkan diri menjadi relawan suicide attacker alias penyerang bunuh diri. Mereka dilatih oleh pasukan khusus Irak, Garda Republik, di beberapa kamp militer di sekitar Baghdad. Latihan pasukan kamikaze itu disiarkan televisi Irak dan televisi Euronews, kemarin.

Hizbullah

0300
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Liga Arab di Mesir, diwarnai aksi adu urat leher antara pemimpin Libya Kolonel Muamar Qadhafi dengan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Abdullah.

Kaki Tangan

0300
AMERIKA ingin menguasai Irak dalam arti yang sesungguhnya: menguasai rakyat Irak dan menguasai sumur minyak Irak. Presiden Amerika George W Bush dan para pembantu setianya menggunakan berbagai kelompok-kelompok oposisi anti-Saddam Hussein. Mereka, kelompok oposisi itu, dibuai janji-janji manis.