Mencari Gudang

AKTIVIS berbagai NGO yang sudah berada di Termez selama sepekan terakhir bingung harus melakukan apa. Baik PBB maupun pemerintah Uzbekistan belum mau buka mulut menjelaskan kapan jembatan sungai Amu Darya akan dibuka untuk mengalirkan bantuan kemanusiaan.Read More »

Pos Militer 9221

uz21

TERMEZ terlihat tenang.

Untuk mengamati kehidupan di sekitar garis perbatasan sebetulnya tidak perlu jauh-jauh hingga ke gurun dekat perbatasan Uzbekistan dan Tajikistan atau ke makam Bapak Termez. Beberapa pemukiman di pusat kota Termez berada persis di garis perbatasan.

Sabtu (3/11), pagi hari, saya mengelilingi beberapa pemukiman tersebut. Yang pertama saya kunjungi adalah Desa Pattakesar dan Desa Lilingrad. Empat orang laki-laki, penduduk sipil, tengah duduk di atas rel kereta api. Seorang diantara mereka berdiri menyandarkan tubuhnya pada sepeda. Sesekali mereka tertawa.Read More »

Ladang Ranjau di Perbatasan

JUMAT pagi (2/11) pukul 09.00 waktu Termez saya dan dua orang kawan wartawan dari Italia dan Perancis berangkat menuju sebuah desa kecil di dekat garis perbatasan Uzbekistan dan Tajikistan. Kabarnya di desa itu ada keluarga Afghanistan yang menyeberang ke Termez ketika Uni Soviet menduduki Afghanistan.

Iring-iringan mobil tiba di pertigaan yang mengarah ke Jembatan Amu Darya. Kali ini tidak terlihat polisi atau seradadu di pertigaan itu. Tidak seperti saat pertama saya melintasinya. Perjalanan kami teruskan. Sekarang belok kiri, ke arah Dushanbe, ibukota Tajikistan.Read More »

Kami Bekerjasama dengan Thaliban

JUMAT malam (02/11) pukul 21.00 waktu Termez sebuah pesawat Uzbekistan Airways yang membawa 40 ton bahan makanan berprotein tinggi milik Unicef mendarat di bandara Termez. Bahan makanan yang diproduksi oleh sebuah pabrik di Kopanhagen Denmark itu akan dikirimkan ke Mazar I Sharif. Dari bandara Termez, dengan menggunakan sebuah kontainer bahan makanan itu dikirim ke gudang PBB sebelum ditimbun di pelabuhan Amu Darya. Belum diketahui kapan bantuan kemanusiaan itu dikirim ke Mazar I Sharif.

Berikut wawancara Rakyat Merdeka dengan Kepala Unicef di Tashkent, Rudy Rodriguez.Read More »

Di Tepi Amu Darya

uzbekistan

TERMEZ terletak di sisi utara Sungai Amu Darya yang memisahkan ibukota Provinsi Surkhandariyah itu dengan Hairatan, Afghanistan, di sisi selatan.

Sampai sekarang, arti nama Termez masih kerap diperdebatkan. Ada yang berpendapat nama Termez berasal dari kata dalam bahasa Iran kuno yang berarti tempat persinggahan. Pendapat ini didorong oleh kenyataan bahwa Termez dan Amu Darya yang mengalir di sisinya merupakan titik penting di kawasan itu sepanjang sejarah peradaban manusia.Read More »

Di Pojok Jalan At Tarmidzi

DI pojok Jalan At Tarmidzi, jalan utama di kota Termez, ada sebuah kafe kecil yang sering dijadikan tempat berkumpul wartawan asing. Namanya Kafe Kasablanka.

Sama seperti kafe-kafe kecil lain di jalan itu, kafe yang berada tepat di seberang Gedung Hokimiyat Provinsi Surkhandariyah ini juga menyajikan makanan khas Uzbekistan. Ada saslik yang mirip sate dan lakman yang persis mie rebus. Tak lupa non, roti keras, bulat dan besar, makanan utama orang-orang di Asia Tengah.Read More »

Menunggu Perintah dari Tashkent

RELAWAN kemanusiaan dari berbagai organisasi kemanusiaan internasional yang berada di Termez menyesalkan sikap petugas PBB di garis perbatasan itu. Perjalanan mereka ke Mazar I Sharif terhambat.

Mereka punya alasan kuat untuk menggerutu. Pasalnya kantor PBB di Termez mengaku tidak bisa memberikan keterangan apapun mengenai penempatan bahan bantuan dari beberapa LSM yang sudah berdatangan di Termez sejak pekan lalu.Read More »