Kita Di Antara Tujuh Tahun Damai Dan Tujuh Tahun Perang

6c4c6c55-1d2d-436d-966a-27d834dfa1bc

TIDAK berlebihan bila menilai Panama berada di tengah dua raksasa dunia yang sedang bertarung, Amerika Serikat dan Republik Rakyat China (RRC). Panama toh tidak sendirian. Ada banyak negara yang bernasib serupa.Read More »

Kami Ingin Lebih Banyak Orang Indonesia Berkunjung Ke Panama

PSX_20181031_183800

DUTABESAR Deborah Ho Ng De Cogley baru dua tahun bertugas di Jakarta. Alumni Universitas Santa Maria La Antigua dan Universitas Latin Panama ini lahir 53 tahun lalu di kota Colon. Itu adalah kota terbesar kedua di Republik Panama, yang berada di sisi utara Samudera Atlantik.

Dua tahun bertugas di Indonesia memberikan pelajaran yang begitu berharga baginya. Dubes Deborah Ho menyadari dirinya kini lebih sabar dan memiliki lebih banyak waktu untuk memikirkan segala hal, terutama sebelum mengambil keputusan.Read More »

Teroris Tidak Selalu Datang Membawa Senjata

Setelah dua tahun bertugas sebagai Dutabesar Republik Arab Suriah di Jakarta, DR. Ziad Zaheredin semakin memahami bahwa Indonesia dan Suriah memiliki banyak persamaan. Sama-sama negeri muslim yang moderat, menghargai keberagaman, dan memiliki sejarah yang panjang. Kedua negara juga memiliki hubungan baik sejak lama. Setidaknya sejak tahun 1947, ketika Suriah menyampaikan dukungan kepada kemerdekaan Indonesia di hadapan sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).Read More »

Dubes Roya Rahmani: Indonesia Promosikan Perdamaian Di Afghanistan

175673_07354805092018_WWC_DUBES_AFGHANISTAN_DWI_PAMBUDO_RM_23

KEKERASAN masih terus terjadi di Afghanistan. Namun demikian, pondasi perdamaian di negara itu sudah jauh lebih baik dari masa-masa sebelumnya.
Berita Terkait

Indonesia termasuk yang berperan dalam memperkuat pondasi perdamaian di Afghanistan. Hal itu dikatakan Dutabesar Republik Islam Afghanistan Roya Rahmani dalam dialog dengan redaksi beberapa waktu lalu.Read More »

Dubes Kim Changbeom: Indonesia Adalah Partner Alami Korea

497271_07081711072018_Dubes_Korsel-1

DUTABESAR Republik Korea atau Korea Selatan, Kim Changbeom, senang bisa kembali ke Indonesia. Dia menganggap Indonesia adalah negeri keduanya, dan penugasannya di Jakarta kali ini seperti pulang kampung saja.

Alumni Seoul National University (SNU) yang meraih gelar doktor dari John Hopkins University ini ditugaskan pertama kali ke Indonesia pada 2003-2005. Sebelum itu dia bertugas di Kedubes Korsel di Amerika Serikat (1998-2001), Pakistan (1993-1995), dan Jepang (1987-1995).Read More »

Kami akan Kembalikan Kedaulatan dengan Operasi Militer

thumbnail-4

thumbnail-2

thumbnail-3

thumbnail-5

thumbnail-6

Yang Mulia Tamerlan Garayev menyambut Majalah RMOL di ruang kerjanya di Jalan Karang Asem Tengah, kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Wajahnya oval dengan garis dagu yang tegas dan hidung tinggi. Rambut dan kumisnya telah memutih.Read More »

Taiwan Tidak Pernah Dikuasai Komunis China

Untitled

REVOLUSI Xinhai di tahun babi besi 1911 yang dipimpin DR. Sun Yat-sen mengakhiri era kekaisaran China. Menyusul kemenangan revolusi kaum nasional itu, Republik China pun diproklamasikan pada 1 Januari 1912.

Setelah Perang Dunia Kedua berakhir, daratan China juga ikut merasakan ketegangan antara blok Barat yang dipimpin Amerika Serikat dan blok Timur yang dipimpin Uni Soviet. Puncak dari ketegangan ini adalah Perang Saudara 1949 yang dimenangkan Partai Komunis China (PKC) yang dipimpin Mao Tse-tung.Read More »