Dubes Roya Rahmani: Indonesia Promosikan Perdamaian Di Afghanistan

175673_07354805092018_WWC_DUBES_AFGHANISTAN_DWI_PAMBUDO_RM_23

KEKERASAN masih terus terjadi di Afghanistan. Namun demikian, pondasi perdamaian di negara itu sudah jauh lebih baik dari masa-masa sebelumnya.
Berita Terkait

Indonesia termasuk yang berperan dalam memperkuat pondasi perdamaian di Afghanistan. Hal itu dikatakan Dutabesar Republik Islam Afghanistan Roya Rahmani dalam dialog dengan redaksi beberapa waktu lalu.Read More »

Dubes Afghanistan: Yang Kami Butuhkan adalah Perdamaian

WWC DUBES AFGHANISTAN_DWI PAMBUDO_RM_21 2

REPUBLIK Islam Afghanistan kembali dilanda teror bom. Di bulan Agustus 2018, hingga pertengahan bulan, sudah tiga kali terjadi aksi bom bunuh diri.

Pada tanggal 1 Agustus lalu sebanyak 15 orang tewas dalam serangan bom bunuh diri di kantor pemerintah di Jalalabad. Tiga hari kemudian sebanyak 39 orang tewas dalam serangan di timur Afghanistan.Read More »

Dubes Kim Changbeom: Indonesia Adalah Partner Alami Korea

497271_07081711072018_Dubes_Korsel-1

DUTABESAR Republik Korea atau Korea Selatan, Kim Changbeom, senang bisa kembali ke Indonesia. Dia menganggap Indonesia adalah negeri keduanya, dan penugasannya di Jakarta kali ini seperti pulang kampung saja.

Alumni Seoul National University (SNU) yang meraih gelar doktor dari John Hopkins University ini ditugaskan pertama kali ke Indonesia pada 2003-2005. Sebelum itu dia bertugas di Kedubes Korsel di Amerika Serikat (1998-2001), Pakistan (1993-1995), dan Jepang (1987-1995).Read More »

Kami akan Kembalikan Kedaulatan dengan Operasi Militer

thumbnail-4

thumbnail-2

thumbnail-3

thumbnail-5

thumbnail-6

Yang Mulia Tamerlan Garayev menyambut Majalah RMOL di ruang kerjanya di Jalan Karang Asem Tengah, kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Wajahnya oval dengan garis dagu yang tegas dan hidung tinggi. Rambut dan kumisnya telah memutih.Read More »

Taiwan Tidak Pernah Dikuasai Komunis China

Untitled

REVOLUSI Xinhai di tahun babi besi 1911 yang dipimpin DR. Sun Yat-sen mengakhiri era kekaisaran China. Menyusul kemenangan revolusi kaum nasional itu, Republik China pun diproklamasikan pada 1 Januari 1912.

Setelah Perang Dunia Kedua berakhir, daratan China juga ikut merasakan ketegangan antara blok Barat yang dipimpin Amerika Serikat dan blok Timur yang dipimpin Uni Soviet. Puncak dari ketegangan ini adalah Perang Saudara 1949 yang dimenangkan Partai Komunis China (PKC) yang dipimpin Mao Tse-tung.Read More »

Valiollah Mohammadi: Mereka Memperluas Iran Phobia

8d685852-672f-4b82-adc8-18a7c4178e1b

20171127_161907

DUTABESAR Republik Islam Iran, Yang Mulia Valiollah Mohammadi, menyambut Majalah RMOL di ruang kerjanya di lantai dua gedung Kedubes Iran di Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta. Di luar sana langit mendung, hujan rintik tengah turun membasahi bumi.

Kurma dan kopi menemani perbincangan kami. Valiollah Mohammadi menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dengan runut dan jelas. Terkadang diselingi tawa kecil dan senyum lebar.

Dimulai seputar hubungan Iran dengan Indonesia dan ASEAN, perbincangan akhirnya melebar hingga ke berbagai persoalan yang sedang terjadi di arena global termasuk mengenai relasi Iran dengan Amerika Serikat, Republik Rakyat China, Saudi Arabia hingga Korea Utara.Read More »

Mereka Ingin Hentikan Revolusi Bolivarian

SECARA umum ada dua pendapat mengenai asal-usul nama Venezuela. Pandangan pertama mengatakan bahwa nama Venezuela diperkenalkan penjelajah Amerigo Vespucci dari Venize, Italia, yang pada 1499 dalam sebuah ekspedisi menyusuri pesisir negeri itu dari Delta Orinoco hingga ke Danau Maracaibo. Rumah-rumah panggung yang berjejer rapi di sekeliling Danau Maracaibo mengingatkan Vespucci pada kampung halaman. Vespucci menyebut daerah itu sebagai Veneziola yang juga berarti Piccola Venezia atau Venezia Kecil.Read More »