Soeharto’s Secret Expedition

IMG_6139

Siti Hardijanti Rukmana, putri sulung mantan Presiden Soeharto, menorehkan tanda tangan pada buku Incognito Pak Harto: Perjalanan Diam-diam Seorang Presiden Menemui Rakyatnya yang diberikan kepada Pemimpin Redaksi Rakyat Merdeka Online Teguh Santosa di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat (Jumat malam, 21/6). Buku yang disusun Mahpudi itu telah diluncurkan bersamaan dengan peresmian museum Soeharto di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Jogjakarta bertepatan dengan tanggal kelahiran Soeharto pada 8 Juni lalu.

Diterbitkan Yayasan Harapan Kita yang dipimpin Tutut Soeharto, buku itu memuat sejumlah foto yang merekam perjalan tidak formal yang dilakukan Pak Harto ke sejumlah daerah untuk bertemu dengan rakyat pada kurun 1970an.

Analis politik Sukardi Rinakit yang ikut menyumbangkan tulisan di dalam buku itu mencatat bahwa perjalanan diam-diam atau incognito yang dilakukan Soeharto ini tidak sama dengan istilah blusukan yang belakangan menjadi kata penting dalam kamus politik sehari-hari Indonesia. Terminologi terakhir lebih cocok untuk kepala desa dan perangkatnya, bukan untuk kepala negara dan elemen elit pemerintahan.

Sukardi Rinakit juga mengatakan, “Magnitude, kewibawaan, kerumitan dan daya jangkau persoalan yang dicakup kedua istilah tadi secara objektif memang berbeda.”

Lagi, Misteri Mayat Pahlawan Revolusi

harum-bunga
“JELASLAH bagi kita yang menyaksikan dengan mata kepala betapa kejamnya aniaya yang telah dilakukan oleh petualang-petualang biadab dari apa yang dinamakan Gerakan 30 September.” Pangkostrad Mayjen Soeharto, 4 Oktober 1965. Continue reading “Lagi, Misteri Mayat Pahlawan Revolusi”

dr. Arif yang Ikut Mengotopsi Mayat Tujuh Pahlawan Revolusi 1965

INI sudah bulan September. Beberapa hari lagi saya ingin menuliskan hasil visum et repertum enam jenderal dan seorang perwira pertama Angkatan Darat yang tewas dinihari 1 Oktober 1965. 

Jelas ini bukan barang baru. Beberapa tahun lalu, Benedict Anderson telah menggunakan hasil visum et repertum ini sebagai rujukan dalam artikelnya di jurnal Indonesia Vol. 43, (Apr., 1987), pp. 109-134, How Did the Generals Die?   

Saya mendapatkan copy visum et repertum itu dari Continue reading “dr. Arif yang Ikut Mengotopsi Mayat Tujuh Pahlawan Revolusi 1965”

Sri Sultan Otak Serangan Umum 1 Maret

Indopos – Sejarah selalu menjadi bagian penting untuk legitimasi kekuasaan. Pada era Orde Baru, Soeharto disebut-sebut sebagai otak Serangan Umum (SU) 1 Maret 1949, Continue reading “Sri Sultan Otak Serangan Umum 1 Maret”

Soeharto, Ford, dan Pembicaraan tentang Masa Depan Timor Timur

KEPUTUSAN Portugis meninggalkan Timor Leste adalah hal ketiga yang disampaikan Soeharto saat bertemu Presiden Amerika Serikat Gerard Ford, di Camp David, Maryland, 5 Juli 1975. Continue reading “Soeharto, Ford, dan Pembicaraan tentang Masa Depan Timor Timur”

“Perjamuan Terakhir Soeharto”

SAMPUL Majalah Berita Mingguan Tempo edisi no 50/XXXVI/04-10 Februari 2008 sedang jadi buah bibir. Ilustrasi “Perjamuan Terakhir Soeharto” memperlihatkan Soeharto dan anak-anaknya sedang duduk menghadapi meja panjang. Setting ruangan dan latar belakang ilustrasi itu mengingatkan orang pada lukisan “The Last Supper” karya Leonardo da Vinci. Continue reading ““Perjamuan Terakhir Soeharto””

Cara Soeharto Dapatkan Senjata Baru Made in Amerika

INI adalah bagian terakhir dari pembicaraan antara Soeharto dan Richard Nixon, Mei 1970 di Gedung Putih.

Pada bagian ini, Nixon menguji pandangan Soeharto mengenai peranan Amerika Serikat di Indochina. Continue reading “Cara Soeharto Dapatkan Senjata Baru Made in Amerika”