Kalender 2019 Sama Dengan 1895, Apa Saja Kejadiannya?

Kalendar tahun 2019 pada sistem penanggalan Gregorian yang biasa kita gunakan sama dengan kalendar tahun 1895. Tanggal 1 Januari 2019 dan 1895 sama-sama jatuh pada hari Selasa. Begitu juga dengan tanggal 31 Desember sama-sama jatuh pada hari Selasa. Kedua tahun yang berjarak 124 tahun itu sama-sama bukan tahun kabisat.

Peluncuran Buku #DiTepiAmuDarya

“Ketika Wartawan Membingkai Konflik”
Hari: Kamis, 20 Desember 2018
Pukul: 14.00 – 16.00 WIB
Tempat: Press Room, Nusantara III, Senayan

Sedikit Tentang “Paradoks Indonesia” yang Ditulis Prabowo Subianto

279ba3ee-0611-4ef7-86f3-d55dd555fc7a

Dalam sebuah pertemuan antara pimpinan media grup kami dengan Prabowo di Hambalang menjelang Pilpres 2014, saya menjadi penanya atau komentator kedua.

Saya katakan pada Prabowo, bahwa saya tidak menyangka ia akan menyampaikan hal-hal yang disampaikannya dalam presentasi itu.

Ironi Politik Rente

dinasti-rente

Persoalan politik rente di Indonesia sudah lama menjadi keprihatinan kalangan akademisi dan aktivis pro demokrasi.

Di era 1990an yang lalu Prof. Arief Budiman dalam salah satu bukunya yang berjudul Negara dan Pembangunan memperlihatkan bukti-bukti yang membuat proses pembangunan di Indonesia tersendat-sendat, tidak berkeadilan dan me­nyisakan jejak kesenjangan yang luar biasa.

President Sukarno and President Kim Il Sung

BEDAH BUKU KARYA RAHMAWATI SOEKARNOPUTRI (31)

Dari Gerson Poyk’s Keliling Indonesia

Politik Anti-Politik

0816624372big

READING James Ferguson’s The Anti-Politics Machine: “development,” depoliticization and bureaucratic power in Lesotho (2005) reminds me of what the global developmentalist regime has done in Indonesia from the second half of 1960s until recent time; even though these two countries have different characteristics in many ways.

Nevertheless Ferguson’s presentation tells how the idea of developmentalism being spread through out what is then called and categorized the third world, developing, or under developed countries mostly in Africa and Asia. This idea has been used as political banners to widen and strengthen the developed countries’ power in the regions.