Di Indonesia Ada Ribuan Masjid dan Gereja Berdiri Berdampingan

DI sela penyelenggaraan Bali Media Forum awal November 2013, Profesor Cherian George dari Wee Kim Wee School of Communication, Nanyang Technology University (NTU), Singapura, mewawancarai Pemimpin Redaksi Rakyat Merdeka Online Teguh Santosa.

Continue reading “Di Indonesia Ada Ribuan Masjid dan Gereja Berdiri Berdampingan”

Interview with Me: The Issue Behind Religious Anger in Indonesia

Professor George Cherian of Singapore interviewed me when we met in Bali Media Forum in November 2013. The interview goes from the 2005 Danish cartoon, up to the issue of intolerance in Indonesia and the role of mass media and social media in Indonesia. Continue reading “Interview with Me: The Issue Behind Religious Anger in Indonesia”

Another Story from LP Cipinang

SETAHUN lalu, di pertengahan bulan Juli, saya berpapasan dengan Rahardi Ramelan di gedung administrasi LP Cipinang. Ketika itu saya sedang menunggu nama saya dipanggil oleh petugas LP untuk proses selanjutnya sebelum saya dijebloskan ke sel Cipinang. Sidik jari sudah diambil, data-data lain juga sudah dicatat oleh petugas. Periksa tatto juga sudah.

“Anda punya tatto?” tanya si petugas.
“Tidak ada Pak. Kalau bekas sunat ada,” jawab saya sambil tersenyum. Mencoba mencairkan suasana dengan banyolan konyol. Continue reading “Another Story from LP Cipinang”

I am Just an Ordinary Journalist

RAKYAT Merdeka online chief editor, Teguh Santosa, could face a five year jail sentence due to posting online one of the Prophet Mohammed cartoons on September 30, 2005. The controversial cartoon was one of the cartoons nominated for a competition held by leading Danish newspaper, Jyllands-Posten. Teguh was charged for defaming religion and is currently in the process of appealing. Continue reading “I am Just an Ordinary Journalist”

Teguh Santosa: “Biarkan Masyarakat yang Mengurus”

Oleh : ALAMSYAH M DJAFAR/SYIRAH

DALAM Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) yang kini masih digodok termuat beberapa item yang melarang menghina agama yang dianut di Indonesia, menghina Tuhan, firman dan sifat-Nya, menghina nabi, kitab suci, ajaran agama, menyebarkan penghinaan terhadap agama dan seterusnya. Menurut Teguh Santosa, Redaktur Eksekutif Rakyat Merdeka Online hal ini tidak layak dicantumkan. Continue reading “Teguh Santosa: “Biarkan Masyarakat yang Mengurus””

Media Watchdogs Welcome Rakyat Merdeka Ruling

FOLLOWING are statements by the International Federation of Journalists and Reporters Without Borders on South Jakarta District Court’s rejection of a defamation lawsuit against Rakyat Merdeka editor Teguh Santosa, who was accused of insulting Islam. Continue reading “Media Watchdogs Welcome Rakyat Merdeka Ruling”