Inilah Kul Sharif atau мечеть Кул-Шариф atau Колшәриф мәчете

IMG_6467

IMG_6465

Masjid Kul Sharif, Qolşärif, Qol Sharif, Qol Sherif atau Kol Sharif. Atau dalam bahasa Rusia dengan aksara cyrillic ditulis мечеть Кул-Шариф (dibaca: mechet Kul-Sharif), dan dalam bahasa Tatar dengan aksara cyrillic ditulis Колшәриф мәчете (dibaca: Qolşärif mäçete). Continue reading “Inilah Kul Sharif atau мечеть Кул-Шариф atau Колшәриф мәчете”

Islam di Rusia: Bagai Berjalan di Ladang Ranjau

MUNGKINKAH suatu hari nanti Federasi Rusia dipimpin seorang Muslim?

Mufti Muhammad Rahimov yang saya temui di satu-satunya masjid di Pyatigorsk, sebuah kota di Krai Stavropol, menganggukkan kepala.

Continue reading “Islam di Rusia: Bagai Berjalan di Ladang Ranjau”

Menjadi Muslim di Pojok Kota Moskwa

SEPASANG suami istri paruh baya yang duduk di deretan belakang tersenyum ramah ketika saya membidikkan kamera ke arah mereka. Sang suami di sebelah kanan mengenakan jas hitam. Semacam lencana berbentuk bintang bersegi banyak tersemat rapi di dada kiri. Adapun sang istri mengenakan jilbab dan blazer merah marun dengan setangkai kembang plastik oranye yang juga disematkan di dada kiri. Continue reading “Menjadi Muslim di Pojok Kota Moskwa”

Persatuan Masyarakat Indonesia Bukan Hanya Ada di Buku Cerita

dsc00665

Pluralisme, kebhinnekaan dan keberagaman di Indonesia sedang menghadapi ancaman. Kekerasan terhadap penganut keyakinan dan kepercayaan yang berbeda seakan menjadi hal yang biasa dalam pembicaraan juga pemberitaan sehari-hari. Continue reading “Persatuan Masyarakat Indonesia Bukan Hanya Ada di Buku Cerita”

Pemimpin Harus Pluralis

Pemimpin di masa depan harus berwawasan pluralisme yang mengedepankan toleransi antarumat beragama, karena kenyataannya Indonesia bukanlah negara agama. Semua perbedaan agama, suku, dan ras harus jadi kekuatan membangun Indonesia yang lebih baik, damai, dan adil di masa mendatang. Continue reading “Pemimpin Harus Pluralis”

Andi Arief: Yugoslavia dan Indonesia Jelas Beda

Spekulasi yang menyebut Indonesia berpeluang mengalami nasib seperti Yugoslavia didasarkan pada pandangan sempit yang mengabaikan faktor kultural masyarakat yang menginginkan harmoni dan stabilitas. Continue reading “Andi Arief: Yugoslavia dan Indonesia Jelas Beda”

Kekerasan atas Nama Agama Karena Negara Lemah

Keberagaman atau pluralisme bukan barang baru di Republik Indonesia. Belakangan ini kekerasan dengan menggunakan agama dan keyakinan sebagai alasan memang terlihat lebih sering terjadi dibandingkan pada masa sebelumnya. Namun, hal itu bukan karena keberagaman. Melainkan karena negara dan pemerintah tidak hadir dan gagal melindungi warga negara dan menegakkan hukum yang berwibawa. Continue reading “Kekerasan atas Nama Agama Karena Negara Lemah”