#DiTepiAmuDarya: Dari Kacamata Post-Truth

PADA era yang disebut-sebut sebagai era post-truth saat ini, informasi menjadi senjata untuk menguasai. Pada era post-truth, informasi digelontorkan bertubi-tubi agar menjadi opini, tak peduli benar atau salah. Pada gilirannya, opini masyarakat atau seseorang terbentuk hanya oleh saking intensnya sebuah informasi terpapar, bukan oleh faktual atau tidaknya informasi tersebut.

Continue reading “#DiTepiAmuDarya: Dari Kacamata Post-Truth”

Di Tepi Amu Darya, Di Ujung Kredibilitas Profesi…

DI Sumatera orang menyebut sungai dengan bermacam nama.

Orang Batak Mandailing menyebutnya, Aek. Batak Karo, Lau. Orang Aceh, Krueng. Orang Lampung, Way. Dan banyak lagi…

Continue reading “Di Tepi Amu Darya, Di Ujung Kredibilitas Profesi…”

Tak Mudah Menulis Konflik dalam Negeri


Berpengalaman menulis konflik Afghanistan, yang kemudian dituliskan dalam buku berjudul ‘Di Tepi Amu Darya’, belum mendorong Teguh Santosa untuk menulis tentang konflik di dalam negeri. Teguh, wartawan senior yang kini CEO Kantor Berita Politik RMOL tersebut mengaku bahwa dirinya takut salah tulis bila menuliskan konflik nasional.

Continue reading “Tak Mudah Menulis Konflik dalam Negeri”

Peluncuran Buku #DiTepiAmuDarya

“Ketika Wartawan Membingkai Konflik”
Hari: Kamis, 20 Desember 2018
Pukul: 14.00 – 16.00 WIB
Tempat: Press Room, Nusantara III, Senayan

Continue reading “Peluncuran Buku #DiTepiAmuDarya”

Foto-foto dari Uzbekistan, 2001

Bung Karno Kita: dari Islamabad, Kairo, hingga Rabat, dari Pyongyang di Korea Utara hingga Havana di Kuba

Di Islamabad, Pakistan, ada jalan Sukarno. Di Kairo, Mesir, dan Rabat, Maroko, selain Jalan Sukarno ada pula Mangga Sukarno. Masih di Rabat, Indonesia, Jakarta dan Bandung juga diabadikan sebagai nama jalan. Continue reading “Bung Karno Kita: dari Islamabad, Kairo, hingga Rabat, dari Pyongyang di Korea Utara hingga Havana di Kuba”

Bung Karno Mencari Makam Imam al Bukhari

img_3116-1

DI Tashkent tidak ada Jalan Bung Karno. Tapi bukan berarti rakyat Uzbekistan tidak mengenal presiden pertama Republik Indonesia itu.

Bagi masyarakat Uzbekistan, Bung Karno adalah “penemu” makam Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Ju’fi al-Bukhari alias Imam Al Bukhari, salah seorang perawi hadist Nabi Muhammad SAW yang mahsyur.
Continue reading “Bung Karno Mencari Makam Imam al Bukhari”