Foto-foto Rusak dari Korea Utara

SEBUAH ruangan di depan saya memancarkan cahaya merah, sementara alunan lagu yang tadinya samar-samar kini terdengar semakin jelas.

Kami baru saja melewati sebuah mesin besar yang secara otomatis menyedot debu yang mungkin melekat di tubuh kami mulai dari ujung sepatu sampai ujung rambut.

Interlude

JADI ceritanya, saya lebih dahulu ke Timur Tengah: Syria dan Turkey antara Februari hingga Maret 2003. Lima tahun lalu.

Saya tiba kembali di Jakarta, dua hari sebelum Presiden George W. Bush memerintahkan tembakan pertama ke pusat pertahanan Saddam Hussein di Baghdad yang menandai Perang Teluk 2003.

Kapan-kapan Cerita tentang Mayat Kim Il Sung

ILLUSION (Ilyushin Il-62) buatan Rusia milik Air Koryo, maskapai nasional Korea Utara, yang membawa saya dari Beijing, China, mendarat dengan mulus di Sunan International Airport, Pyongyang.

Gambar Kim Il Sung, yang hari itu berulang tahun, 15 April 2003, menyambut kami di puncak bandara.

Road to the North Korea

LIMA tahun lalu, saya tiba di Pyongyang. Tanggal 15 April 2003, bersamaan dengan hari ulang tahun Kim Il Sung, sang pendiri the hermit kingdom, Republik Demokratik Rakyat Korea yang dikenal dengan Korea Utara.

Ini perjalanan yang sudah lama saya idam-idamkan.

Membelah Laut

DI Korea Utara, ada bendungan sepanjang delapan kilometer. Letaknya di Kota Nampo, sekitar dua setengah jam dari Pyongyang ke arah barat laut. Yang membuat saya geleng-geleng kepala, bendungan itu membelah laut, di muara Sungai Taedong, dan menghubungkan Kota Nampo dengan Provinsi Han Selatan.

Propaganda

RAKYAT Korea Utara siap menghadapi serangan Amerika Serikat. Kapanpun. Sebulan sebelum saya tiba di Pyongyang, pemerintah Korea menggelar latihan serangan udara. Bila sirine tanda bahaya meranung-raung di seluruh penjuru kota Pyongyang, semua warga berlarian menyelamatkan diri, menuju bunker-bunker perlindungan. Tak ada informasi yang menyebutkan berapa jumlah bunker di Pyongyang. Tapi kata teman saya, Pyongyang punya banyak bunker. Cukup banyak untuk menampung semua penduduk Pyongyang dan kota-kota lain di sekitar Pyongyang.

Bangkai Amerika

TEMAN Korea yang menemani selama kunjungan ke Pyongyang, mengajak saya mengunjungi Museum Pembebasan Tanah Air. Museum itu secara khusus menampilkan peninggalan-peninggalan selama Perang Korea selama 1950 sampai 1953, dan masa-masa setelah itu.