Nazi (Tidak) Mudah Dikebiri

britain-royals-prince-harry

SEMINAR Freedom of Press and Freedom of Information yang digelar Friedrich Naumann Stiftung di Gummersbach, Jerman, memang terbilang unik. Continue reading “Nazi (Tidak) Mudah Dikebiri”

Ketika Adolf Hitler Semakin Lusuh

Der untergang

SETELAH Hitler bunuh diri, bunker tempat persembunyiannya di selatan Brandenburg Gate, Berlin, tak pernah disentuh. Pemerintah khawatir bunker itu akan dijadikan situs suci bagi para pendukung Hitler dan Nazisme.

Kini pemerintah Jerman sedang membangun gedung baru di wilayah itu. Dan baru-baru ini pekerja konstruksi menemukan sesuatu yang diduga sebagai atap bunker Hitler. Continue reading “Ketika Adolf Hitler Semakin Lusuh”

Setali Yahudi Dan Nazi

8 MEI lalu penulis menghadiri peringatan 60 tahun berakhirnya Perang Dunia Kedua di Eropa. Continue reading “Setali Yahudi Dan Nazi”

Anne Frank

jerman mei 2005 (275)

4 AGUSTUS 1944, sekitar pukul 10.30 pagi, sebuah mobil berisi serdadu Schutzstaffeln (SS) Nazi Jerman dan polisi rahasia Belanda berhenti di depan sebuah gedung di Jalan Prinsengracht, Amsterdam. Mereka naik ke tingkat empat, menuju Ruang Rahasia (Annex Secret) di bagian belakang. Continue reading “Anne Frank”

Raja Telanjang

stern-gravierende-sicherheitsluecken-beim-online-banking

PADA bagian pengantar edisi kemarin, penulis telah menyinggung sedikit tentang konsep Illiberal Democracy yang dipresentasikan delegasi Asia Tenggara dalam seminar di Gummersbach, Jerman. Demokrasi yang alergi terhadap kebebasan itu menjamin freedom of speech. Tetapi tidak menjamin freedom after speech. Banyak jurnalis yang dijerat dengan pasal kriminal setelah menuliskan berita. Continue reading “Raja Telanjang”

Freedom After Speech, Pro-Yahudi, Dan Neo-Nazi

jerman mei 2005 (35)

ANTARA tanggal 1 hingga 13 Mei lalu, penulis diundang menghadiri Seminar Kemerdekaan Pers dan Kemerdekaan (Memperoleh) Informasi di Gummersbach, Jerman. Continue reading “Freedom After Speech, Pro-Yahudi, Dan Neo-Nazi”

Berburu Orang Miskin

Rakyat Merdeka, 9 Maret 2005

BEBERAPA hari lalu kita masih asyik bertanya-tanya kenapa subsidi harga BBM dicabut pemerintah, sementara subsidi biaya rekap bank yang jumlahnya dua kali subsidi harga BBM tetap dipertahankan. Saat itu kita juga masih tekun “curiga” kenapa instansi seperti Direktorat Bea dan Cukai atau Direktorat Pajak yang mestinya bisa dioptimalkan untuk menggenjot pendapatan negara—sehingga APBN kita tidak begitu babak belur—justru menjadi lembaga yang memiliki tingkat korupsi tertinggi, setidaknya menurut survei Transparency International Indonesia (TII). Continue reading “Berburu Orang Miskin”