Kleinhüningen

Di Kleinhüningen

Pecinta ilmu kejiwaan atawa psikologi tentu sering membaca dan mendengar nama ini: Carl Gustav Jung. Lahir 26 Juli 1875, dan meninggal dunia 6 Juni 1961.

Saya dan dia dipisahkan jarak sejauh 100 tahun.

Tidak seperti Sigmund Freud yang memperlakukan psikologi sebagai bagian dari ilmu alam dan memandangnya secara mekanik, Jung memberikan perhatian pada sejarah individual dan kolektif yang dipadukan dengan semangat individu mencari jati diri.

Freud yang pernah menjadi mentor Jung percaya bahwa libido adalah faktor pendorong utama kejiwaan. Jung tidak sepakat. Ia memandang energi kejiwaan jauh lebih luas dari urusan itu.

Continue reading “Kleinhüningen”

Mansudae

Patung raksasa pendiri Korea Utara, Kim Il Sung, setinggi 22 meter di bukit Mansu atau Mansudae di tengah kota Pyongyang.

Di dalam gambar ini, patung Kim Jong Il di sebelah kirinya tidak terlihat. Foto saya ambil dari sisi Istana Presidium Majelis Rakyat Tertinggi Korea. Monumen di Mansudae selesai dibangun pada 1972. Awalnya, hanya ada patung Kim Il Sung.

Continue reading “Mansudae”

Reruntuhan Masjid Agung di Hubaidyah

Sekitar 22 kilometer ke arah barat Mekah. Inilah reruntuhan Masjid Ar Ridhwan yang konon dijadikan lokasi penandatanganan perjanjian Hudaibiyah bulan Maret 628 M atau Dzulkaidah 6 H.

Hudaibiyah adalah nama tempat dimana masjid itu berada. Nama lainnya adalah Asy Syumaisi, diambil dari nama orang yang menggali sumur di tempat itu.

Di tahun 628 M itu, sebanyak 1.400 umat Muslim dari Madinah berangkat ke Mekah, hendak melakukan ibadah Umrah. Namun pihak Quraisy yang menguasai Mekah menahan mereka.

Continue reading “Reruntuhan Masjid Agung di Hubaidyah”

Patung Pendirian Partai, Pyongyang

Monumen Pendirian Partai Pekerja Korea di salah satu sudut kota Pyongyang.

Tiga fitur utamanya adalah palu, kuas, dan arit, yang masing-masing melambangkan tiga elemen masyarakat penggerak revolusi Korea, pekerja, cendekiawan, dan petani.

Terletak di Jalan Munsu, Distrik Taedonggang, monumen ini selesai dibangun dan diresmikan pada 10 Oktober 1995, pada peringatan 50 tahun Partai Pekerja Korea, yang dilambangkan dengan ketinggian monumen 50 meter.

Pada bagian luar sabuk di monumen itu tertulis kalimat “Panjang umur pemimpin dan organisatoris kemenangan rakyat Korea, Partai Pekerja Korea!”

Sementara di bagian dalam sabuk terdapat mural yang menjelaskan tiga babak penting: akar sejarah partai, persatuan rakyat di bawah partai, dan visi masa depan partai yang progresif.

Foto saya ambil dalam kunjungan ke Pyongyang di bulan April 2012.

UU Pers Tidak Perlu Masuk Omnibus Law

SELAMAT malam kawan semua. Ini pandangan saya terkait keberadaan dua pasal UU 40/1999 tentang Pers di dalam draft RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

Pandangan ini saya sampaikan memanfaatkan peluang yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada siapapun untuk memberikan masukan atas draft RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

Sejak awal saya menyadari bahwa Presiden Jokowi dalam periode kedua ini ingin memastikan investasi di Indonesia dapat berjalan dengan baik, lancar, dan aman. Investor untung, negara, dan rakyat juga ikut untung. Tidak ada yang buntung.

Secara umum ada beberapa persoalan di dalam negeri  yang kerap diduga menjadi penyebab investasi tidak lancar, yang sering dianggap sebagai faktor yang membuat investor asing jadi ragu-ragu untuk menanamkan modal mereka di Indonesia.

Di samping tentu saja ada beragam persoalan lain yang tidak terkait langsung dengan situasi dan kondisi di Indonesia, misalnya kepentingan geopolitik dan geostrategis tempat darimana  investor berasal.

Continue reading “UU Pers Tidak Perlu Masuk Omnibus Law”

Wingitnya Kediri, Dari Jayabaya Sampai Jokowi

Arc de Triomphe Dari Kediri/Dolanae.com

ENTAH siapa yang memulai cerita itu. Di tengah sebagian masyarakat ada semacam kepercayaan bahwa Kediri adalah kota yang harus dijauhi oleh penguasa negeri.

Konon katanya, tiga pemimpin Indonesia, Bung Karno, Pak Harto, dan Gus Dur, terjungkal tak lama setelah mengunjungi Kediri yang berada di Jawa Timur, sekitar 700 kilometer dari Jakarta.

Karena kepercayaan akan wingitnya Kediri itu pula, Menteri Sekretaris Negara Pramono Anung mewanti-wanti Presiden Joko Widodo agar tak mendatangi Kediri.

Continue reading “Wingitnya Kediri, Dari Jayabaya Sampai Jokowi”

Pesan Kepada Kawan

Catatan Ilham Bintang, Wartawan Senior

PENDIRI media on line berita politik Republik Merdeka On Line (RMOL), Teguh Santosa, mengundang saya. Ia mewanti- wanti jauh hari supaya hadir dalam acara deklarasi pembentukan wadah berhimpun media-media on line, atau media siber. Nama wadahnya : Jaringan Media Siber Indonesia.

Teguh Santosa wartawan muda. Selalu gelisah — syarat mutlak yang memang harus dimiliki oleh seorang wartawan. Yang lebih tertarik mencari dan meneliti sesuatu di balik sebuah peristiwa. Mengulik latar belakang sebuah fakta. Selalu bergelut dengan gagasan dan pemikiran baru.

Continue reading “Pesan Kepada Kawan”