Terkurung

Saya pernah terkurung di dalam lift.
Di sebuah hotel di Marrakesh, Maroko. Awal Desember 2014.

Saya sendirian. Dalam perjalanan ke lantai 4. Lift berhenti di antara lantai 2 dan lantai 3. Tidak lama, hanya sekitar 10 menit. Atau 15 menit.

Seperti tidak ada harapan, seperti tidak akan datang pertolongan.

Continue reading “Terkurung”

Situasi Pyongyang (Covid-19)

Saya minta bantuan seorang teman di Pyongyang untuk memotretkan situasi di ibukota Korea Utara itu.

Jumat kemarin saya terima lima foto yang diambil teman ini pada Kamis sore sekitar pukul 17.00 waktu setempat.

Foto-foto tersebut memperlihatkan Pyongyang dalam situasi yang seperti biasa. Jalanan yang relatif sepi, kendaraan yang lalu lalang, dan beberapa warga yang berjalan kaki.

Beberapa hari lalu sempat beredar kabar yang mengatakan situasi di Korea Utara dan khususnya Pyongyang tidak terkendali diamuk virus corona dari Wuhan.

Sebelum meminta bantuan teman ini, saya menerima beberapa link berita mengenai situasi Pyongyang akhir-akhir ini. Ada yang mengatakan mayat-mayat bergelimpangan di tengah kota tidak terurus, juga ratusan tentara Korea Utara terinfeksi. Kabar yang paling seru mengatakan Kim Jong Un telah melarikan diri.

Continue reading “Situasi Pyongyang (Covid-19)”

Karena Keris Diponegoro

SONY DSC

Kabar gembira itu kini menuai perdebatan. Antara lain, apakah yang dikembalikan itu adalah benar-benar keris Pangeran Diponegoro yang digondol Belanda?

Kening awam berkernyit. Tertekuk-tekuk. Kini ada dua keris yang dibicarakan. Keris Naga Siluman dan Keris Nagasasra. Belum tertutup kemungkinan, nama-nama keris yang dikatakan sakti mandraguna lainnya akan segera bermunculan. Milik pangeran ini dan pangeran itu.

Continue reading “Karena Keris Diponegoro”

Mereka Harus Berdamai dengan Sejarah

SETELAH Uni Soviet bubar di akhir 1991, Republik Armenia terkunci di sisi selatan Kaukasus, diapit Georgia di utara, Iran di selatan, Azerbaijan di timur, dan Turki di barat.

Armenia negara yang terbilang muda. Namun sesungguhnya, sejauh sejarah dapat mencatat, peradaban Armenia telah berdiri sejak sekitar 6.000 tahun lalu. Pada puncak keemasannya, Armenia meliputi wilayah yang cukup luas yang terbentang dari Laut Kaspia di timur hingga Laut Mediterania di barat.

Kini, setelah terkunci, Armenia menjadi junction point, titik persimpangan. Itu istilah yang digunakan Dutabesar Armenia untuk Indonesia, Yang Mulia Dziunik Aghajanian, dalam perbincangan dengan Republik Merdeka di kantornya, belum lama ini.

Continue reading “Mereka Harus Berdamai dengan Sejarah”

Tidak Ada yang Membahayakan Integrasi Anda

DUBES Republik Armenia, Dziunik Aghajanian, mulai bertugas di Jakarta bulan Juni 2018. Selain untuk Indonesia, wanita kelahiran Yerevan, 10 Oktober 1966, ini adalah juga Dubes Armenia untuk Malaysia dan ASEAN.

Sebelum bertugas di Jakarta, antara Maret 2011 sampai Maret 2018, Dubes Aghajanian bertugas sebagai Dubes Armenia di Kerajaan Belanda.

Juga antara 2011 sampai 2018, Dubes Aghajanian bertugas sebagai Perwakilan Tetap Republik Armenia di Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW).

Continue reading “Tidak Ada yang Membahayakan Integrasi Anda”