Stasiun Karaagac

Stasiun Karaagac di Edirne, Turki, lokasinya unik. Berada di sisi utara Sungai Meric atau Sungai Evros dalam bahasa Yunani yang memisahkan kedua negara.

Dalam traktat perdamaian yang mengakhiri perang Yunani-Turki, ditandatangani di Lausanne, Swiss tahun 1923, Karagaac dimasukkan ke dalam wilayah Turki karena stasiun kereta ini lebih dahulu didirikan di enclave itu pada 1873.

Adalah Chemins de fer Orientaux milik Turki Utsmaniah yang membangunnya untuk menghubungkan Istanbul dengan Balkan dan Eropa.

Continue reading Stasiun Karaagac

Dari Shaf Depan Masjid Aya Sofia

Sudah banyak orang yang menulis tentang tempat ini. Catatan baru rasanya tak akan mengubah apapun. Fakta dan opini.

Inilah Hagia Sophia. Aya Sofia. Kebijaksanaan Suci. Elemen kedua dalam Trinitas.

Dibangun pada tahun 537, di era Kaisar Justinian I, sebagai Gereja Ortodoks utama di Konstantinopel. Pada masa itu, ia yang terbesar di Emporium Romawi Timur.

Tahun 1204, Tentara Salib merebutnya, dan mengubahnya menjadi Gereja Katolik yang berkiblat ke Vatikan di Roma sampai 1261.

Continue reading Dari Shaf Depan Masjid Aya Sofia

Yang dari Luxor

Disebutkan dalam banyak catatan, Obelisk of Theodisius di Hippodrome of Constantinople didirikan Firaun Thutmose III di Kuil Karnak di Luxor, Mesir, di tepi Sungai Nil, untuk mengenang keberhasilannya menaklukkan Suriah. Itu sekitar abad ke-15 Sebelum Masehi.

Lalu di abad ke-4 Masehi, tepatnya di tahun 357, obelisk ini bersama satu obelisk lainnya dipindahkan Konstantinus II ke Alexandria di muara pertemuan Sungai Nil dan Laut Mediterania. Kali ini untuk mengenang dua dekade kekuasaan Konstantinus II.

Continue reading Yang dari Luxor

Tentang Galata Tower

Dibangun tahun 1348, menara setinggi 67 meter ini adalah bangunan tertinggi di koloni Republik Genoa di Tanduk Emas (Golden Horn) pada masa itu.

Ia hanya sepelemparan batu dari tembok Konstantinopel di sebelah selatan yang dipisahkan perairan Golden Horn.

Ada sejumlah teori mengenai asal kata Galata.

Continue reading Tentang Galata Tower

Abu Ayyub Al Anshari, Konstantinopel, Istanbul, dan Eyupsultan Camii

Khalid bin Zayd, lebih dikenal sebagai Abu Ayyub al Anshari.

Lahir di Madinah, tahun 594, Khalid bin Zayd muda ikut menyambut kedatangan Nabi Muhammad SAW saat hijrah di tahun 622.

Di tahun 671, di usia 77 tahun, Khalid bin Zayd berangkat ke Konstantinopel untuk memenuhi nubuat Nabi Muhammad SAW yang mengatakan kelak Konstantinopel akan kembali ke ajaran Tauhid, mengakui keesaan Tuhan.

Abu Ayyub dikisahkan sempat menantang pasukan Konstantinopel di gerbang kota. Tapi ia meninggal dunia karena penyakit di usia tua.

Continue reading Abu Ayyub Al Anshari, Konstantinopel, Istanbul, dan Eyupsultan Camii

Mengenang Ondos

Ondoslah yang menarik tangan saya, di saat saya sedang mengagumi bagian tengah Aya Sofya.

Ia mengajak saya ke salah satu sudut, tidak jauh dari tempat saya berdiri.

“Kau harus lihat ini,” katanya berjalan cepat di depan saya.

Di pojok itu dia menengadahkan kepala.

Saya ikuti Ondos, juga menengadahkan kepala.

Continue reading Mengenang Ondos

Dubes Turki Prof. Kılıç: Kami Tidak Mengubah Aya Sofya Menjadi Diskotik

RASANYA Prof. Dr. Mahmut Erol Kılıç adalah orang yang tepat untuk menjelaskan duduk persoalan ini: keputusan pemerintah Turki mengembalikan fungsi Aya Sofya sebagai masjid.

Pria kelahiran Istanbul, 2 Juni 1961, ini adalah Dutabesar Republik Turki untuk Republik Indonesia. Ia pernah menjadi Presiden Museum Turki dan Islam selama tiga tahun dari 2005 hingga 2008.

Tesis untuk gelar master di Universitas Marmara yang ditulisnya tahun 1988 berjudul “Hermes and Hermetic Thought in the light of Islamic Sources”. Di tahun 1993, setelah pembentukan Jurusan Sufisme di Universitas Turki yang dipimpinnya, Prof. Kılıç menulis disertasi berjudul “Existence and its Stages in Ibn Arabi’s Thought”.

Continue reading Dubes Turki Prof. Kılıç: Kami Tidak Mengubah Aya Sofya Menjadi Diskotik

Di Ujung Putus Asa

Di ujung putus asa menunggu kesempatan memasuki Irak dari Suriah, saya memutuskan untuk berangkat ke Turki. Naik bis malam, dari Damaskus. Ke utara. Bulan Maret 2003.

Perjalanan dari Damaskus ke Ankara selama 12 jam. Malam hari tak banyak yang bisa saya lihat, kecuali kegelapan.

Kota Turki pertama yang disinggahi bis adalah Antakya. Hari masih pagi. Bis berhenti kira-kira satu jam. Atau lebih. Cukup bagi saya untuk melihat-lihat keadaan di sekitar terminal dan pasar. Menyeberangi jembatan di atas Sungai Arsi.

Continue reading Di Ujung Putus Asa

Lagi Istanbul, Masjid Biru, dan Aya Sofia

ISTANBUL, yang sebelumnya bernama Byzantium lalu Constantinople, dibangun sekitar 658 sebelum Masehi oleh bangsa Megarians, salah satu koloni Yunani. Kota ini persis berada di tepi Tanduk Emas (Golden Horn) dan berbatasan langsung dengan selat Bosporus yang memisahkannya dari benua Asia di timur.

Kata Byzantium diambil dari nama pemimpin Megarians, Byzus yang berasal dari Megara, sebuah wilayah di dekat Athena. Continue reading Lagi Istanbul, Masjid Biru, dan Aya Sofia

Ini Lembah Srigala, Bukan Film Rambo

FEBRUARI 2006 tentara Amerika yang sedang bertugas di Eropa, khususnya di negara-negara yang didiami banyak keturunan Turki, seperti Jerman, Perancis dan Inggris, disarankan untuk tidak menonton film “Kurtlar Vadisi Irak” alias “Lembah Srigala Irak”.

Continue reading Ini Lembah Srigala, Bukan Film Rambo

Telur Di Keranjang Saudara Tua

BAGI Indonesia, Turki ibarat saudara tua. Hubungan kedua negara telah dimulai ratusan tahun lalu, saat keduanya masih “di alam rahim”. Di akhir abad ke-13 ulama Islam dari Ottoman telah mengembara hingga ke pulau-pulau di nusantara, mengembangkan agama Islam dari satu dusun ke dusun lain, dari satu kerajaan ke kerajaan lain.

Continue reading Telur Di Keranjang Saudara Tua

Diganjal Dosa Warisan

TAHUN 2003, di sela-sela mengamati rencana Amerika Serikat dan sekutunya menghancurkan Irak, saya sempat mengunjungi Turki. Dari Damaskus, ibukota Suriah, saya menempuh perjalanan darat.

Continue reading Diganjal Dosa Warisan

Perjalanan Terakhir Mustafa

MUSTAFA Kemal Ataturk sering keluar diam-diam dari Istana Dolmabhache.

Tiba-tiba dia sudah berada di tepi Selat Bosporus, bernyanyi dan menari bersama nelayan.

Atau di suatu malam, dia duduk di pinggir jalan, bercerita kepada sekelompok taruna tentang kehidupan dunia tentara. Ceritanya terhenti setelah pasukan pengawal datang menjemputnya.

Continue reading Perjalanan Terakhir Mustafa

Hikayat Kota yang Menyimpan Tongkat Musa

Muhammad Al Fatih

ISTANBUL, yang sebelumnya bernama Byzantium lalu Constantinople, dibangun sekitar 658 sebelum Masehi oleh bangsa Megarians, salah satu koloni Yunani. Kota ini persis berada di tepi Tanduk Emas (Golden Horn) dan berbatasan langsung dengan selat Bosporus yang memisahkannya dari benua Asia di timur.

Continue reading Hikayat Kota yang Menyimpan Tongkat Musa

Attila Punya Dua Cinta

atila

DUA minggu lalu saya mengunjungi Turki yang tengah berjuang menjadi anggota penuh Uni Eropa. Berikut ini adalah bagian pertama dari rangkaian tulisan mengenai Turki dan hubungan baik Indonesia dengan negeri Mustafa Kemal Attaturk itu. Continue reading Attila Punya Dua Cinta

Turkey Enters the Game

0301

SEJAK enam tahun terakhir Turki yang berbatasan langsung dengan Irak di selatan menempatkan pasukannya, merengsek wilayah utara negara Saddam Hussein itu. Barmani, adalah kota kecil milik Irak di garis perbatasan yang dikuasai Turki. Di tempat ini Turki mendirikan pangkalan militer semi permanen.

Continue reading Turkey Enters the Game